KONTINGEN BIOLOGI ITB RAIH BEST PAPER PADA HISAS 15TH

Ditulis oleh Sigit Nur Pratama (Biologi 2015)

SITH.ITB.AC.ID, BANDUNG – Hokkaido Indonesian Student Association Scientific Meeting (HISAS) adalah konferensi sains yang diadakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Hokkaido. HISAS pertama kali diselenggarakan pada tahun 2001 dan menjadi agenda tahunan PPI Hokkaido. HISAS menerima paper dari peneliti di Indonesia dan negara lain untuk dipresentasikan di konferensi dan dipublikasi dalam proceeding HISAS. Konferensi ini telah menjadi media bagi para peneliti untuk menambah jaringan, bertukar ide, dan mengembangkan inovasi serta berkolaborasi untuk menciptakan solusi yang dapat menyelesaikan berbagai permasalahan.

Pada penyelenggaraan yang ke-15 ini, HISAS mengangkat tema Integrated Science for Attaining Indonesia’s Golden Generation in 2045. Konferensi diadakan di Hokkaido University, Sapporo, Jepang, pada 17-18 Maret 2018. Pada konferensi ini, tiga paper dari tim Biologi, Institut Teknologi Bandung dinyatakan diterima untuk dipresentasikan. Ketiga paper tersebut yaitu

  1. “Study In Silico: Interaction of Plasmodium vivax Circumsporozoite Protein with HSPGs Liver as Development Vaccines for Preventing Malaria in Papua, Indonesia” karya Agung Rohmat Rizkita (Biologi 2014), Agnia Vibriani (Biologi, 2014), Aisah Resti A. (Biologi 2014), dan Harumi N. R. (Biologi 2014), dengan Pembimbing Azzania Fibriani, M.Si. Ph.D
  2. “Optimizing the Production of Bacterial Cellulose Using Glucanacetobacter xylinus for Non-Timber Paper Production” karya Faris Dinulhaq (Biologi 2014), M. Alvin Akbar (Biologi 2014), dan M. Rifki Ramadhan (Biologi 2014), dengan Pembimbing Intan Taufik, M.Si.
  3. “Trophic state and freshwater primary productivity of Saguling Lake, West Java” karya Sigit Nur Pratama (Biologi 2015), Eliana Junita (Biologi 2015), Tin W. Satriawan (Biologi 2015) dengan Pembimbing Dian Rosleine, S.Si., M.Si, Dr.

Lomba paper terdiri dari 2 tahap, yakni:

  1. Seleksi paper ilmiah

Pengumpulan paper ilmiah dilakukan hingga tanggal 5 Januari 2018. Berkisar 300 paper diketahui terdaftar pada kegiatan ini. Dari jumlah paper sebanyak itu, hanya 75 paper yang diterima untuk dipresentasikan dalam konferensi HISAS 15th. Pengumuman 75 paper yang lolos ke tahap selanjutnya dilakukan pada tanggal 12 Januari 2017.

  1. Presentasi paper ilmiah

Peserta yang lolos ke dalam tahap presentasi, melakukan presentasi dihadapan para panelis dan pendengar. Adanya diskusi yang membahas ide dan inovasi dalam menciptakan Indonesian Golden Generation in 2045 turut meningkatkan komunikasi dan kesadaran akan peran pemuda dalam membangun Indonesia. Setelah presentasi dilakukan, akan diputuskan pemenang paper terbaik dan juga presenter terbaik.

Kontingen Biologi, SITH, ITB diwakili oleh Agung, Faris, Harumi, dan Tin sebagai peserta Hisas 15th. Prestasi berupa Best Paper pun berhasil diperoleh oleh tim “Study In Silico: Interaction of Plasmodium vivax Circumsporozoite Protein with HSPGs Liver as Development Vaccines for Preventing Malaria in Papua, Indonesia” untuk kluster “health and life science” dan “Optimizing the Production of Bacterial Cellulose Using Glucanacetobacter xylinus for Non-Timber Paper Production” untuk kluster “sustainable environment and renewable energy”. Setelah memperoleh kesempatan tersebut,  Faris berpesan, “Sebagai mahasiswa kita harus berani untuk mengambil peluang dan memanfaatkan waktu yang dimiliki sebaik mungkin untuk mencapai hal-hal besar dalam hidup” pungkasnya. Setelah kompetisi dan konferensi tersebut, acara HISAS 15 ditutup dengan learning trip ke Hokkaido Disaster Prevention Center, Sapporo TV Tower, dan Odori Park. Acara tersebut ditutup langsung oleh ketua pelakana HISAS 15, Jabal Rahmat Haedar dan diakhiri foto bersama. Perjalanan kontingen biologi dapat dilakukan berkat dukungan dari PT Dirgantara Indonesia, SITH ITB, Telkom Indonesia, Kimia Farma, Semen Indonesia, Sinergi Foundation, Biofarma, PT LAPI ITB, dan JNE. “Dalam mengikuti lomba harus pintar-pintar mencari sponsor, mampu berkomunikasi dengan baik, selain itu kemampuan desain juga sangat bermanfaat dalam menyusun proposal dan harus berani menginisiasi mengambil kesempatan”, ujar Eliana (Biologi 2015).

Berita Terkait

EnglishIndonesia