Kuliah Lapangan RS-SIG RK : Pemanfaatan Drone untuk Pendugaan Erosi Tanah di Lokasi RHL

oleh Dr Hikmat Ramdan

Perkembangan teknologi pesawat tanpa awak (unmanned aerial vehicles, UAVs) atau drone telah terintegrasi dengan kegiatan penginderaan jauh dan sistem informasi geografis (SIG) khususnya di bidang kehutanan. Beberapa output hasil pemrosesan data akuisisi drone dianatranya adalah :  potret udara ortofoto, digital surface model (DSM), digital terrain model (DTM), dan 3D. Dengan pixel data berukuran sangat detil mampu meningkatkan akurasi dan presisi berbagai kegiatan kehutanan, pertanian, perkebunan dan kegiatan berbasis sumberdaya lahan lainnya.

Salahsatu pemanfaatan teknologi drone di kehutanan adalah untuk kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL). Pendugaan erosi tanah di tingkat tapak merupakan kegiatan penting perencanaan RHL. Rumus USLE (Universal Soil Loss Equation) digunakan untuk mengestimasi tingkat erosi yang terjadi di tingkat tapak. Akuisisi data potret udara yang dilakukan dengan dronemenghasilkan empat (4) parameter USLE yaitu : faktor lereng (LS), penutupan lahan (C), serta tindakan konservasi tanah eksisting (P) dengan skala yang sangat detil (ukuran pixel : 6 cm x 6 cm). Keempat parameter erosi tanah tersebut dikalikan dengan faktor erosifitas hujan (R) dan erodibilitas tanah (K) yang telah ada, maka erosi tanah potensial (A) dapat ditentukan.

Inovasi pemanfaatan drone untuk pendugaan erosi tanah di tapak RHL yang dikembangkan Dr Hikmat Ramdan ini, dijadikan materi Kuliah Lapangan MK Remote Sensing dan Sistem Informasi Geografis (RS-SIG) Prodi Rekayasa Kehutanan SITH ITB. Mahasiswa sebelum ke lapangan terlebih dahulu melakukan pengolahan dan interpretasi terhadap data potret udara hasil pemotretan drone oleh para asisten praktikum mata kuliah ini. Potret udara ortofoto hasil olahan diinterpretasi jenis penutupan lahannya. Untuk kebutuhan ground check ditentukan titik-titik sampel jenis-jenis penutupan lahan berikut posisi koordinat. Titik-titik koordinat dari sampel yang akan dicek di lapangan, selanjutnya dimasukan ke dalam perangkat GPS. Mahasiswa praktikan juga dibekali dengan peta potret udara lokasi kuliah lapangan dalam bentuk digital.

Kuliah lapangan mata kuliah RS-SIG ini dilaksanakan di lokasi RHL Perum Perhutani yang berada di BKPH Cadasngampar KPH Sumedang. Sebelum melakukan kuliah lapangan di tapak RHL, mahasiswa diberikan pembekalan dan informasi tentang pengelolaan hutan di Kantor KPH Sumedang yang disampaikan oleh Kepala Seksi PSDH KPH Sumedang (Bapak Yadi Suryadi). Acara pembekalan diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan dari SITH ITB kepada Perum Perhutani KPH Sumedang oleh Dr Hikmat Ramdan selaku dosen pengampu mata kuliah. Usai pembekalan, rombongan mahasiswa praktikan bergerak menuju tapak RHL di BKPH Cadasngampar.

Di lokasi RHL, masing-masing kelompok mahasiswa langsung melakukan kegiatan ground check di titik-titik sampel yang telah ditentukan sebelumnya. Treking posisi koordinat yang dilakukan merupakan salahsatu bentuk latihan ketrampilan navigasi darat yang penting dalam kegiatan lapangan kehutanan. Hasil kuliah lapangan ini akan diolah dan dipresentasikan oleh masing-masing kelompok dalam seminar kelas yang direncanakan akan mengundang pihak Perum Perhutani KPH Sumedang.

Berita Terkait

IndonesiaEnglish