Mahasiswa ITB Ajak Peduli Lingkungan dan Hutan Lewat Acara Forestshare 4.0

Reporter: Diah Rachmawati (Teknik Industri, 2016)

BANDUNG, itb.ac.id – Himpunan Mahasiswa Rekayasa Kehutanan (HMH) ‘Selva’ ITB sukses menyelenggarakan kegiatan Forestshare 4.0 pada 15 Februari 2020 lalu di Aula Timur ITB, Jalan Ganesa No. 10 Bandung. Acara yang dikemas dengan berbagai kegiatan menarik tersebut bertujuan untuk mengajak civitas academica ITB dan masyarakat lebih peduli terhadap masalah lingkungan. Acara dihadiri oleh mahasiswa, beserta tokoh masyarakat yang berperan dalam menjaga kelestarian hutan.

Amrina Viharyo, mahasiswa Rekayasa Kehutanan 2016, selaku koordiator acara Forestshare 4.0 mengatakan, tema Forestshare yang diangkat pada tahun ini adalah “Mengawal Kelestarian Hutan dengan Kearifan Lokal di Era Industri 4.0”. “Seperti kita ketahui, isu-isu mengenai kehutanan belakangan ini sangat merebak. Karena kondisi tersebut, kami melihat bahwa Indonesia sebenarnya memiliki nilai tambah dari banyaknya kearifan lokal yang dimiliki terutama adanya hutan adat sebagai gambaran nyata keberhasilan pengelolaan hutan dengan kearifan lokal,” ujar Amrina.

Kegiatan Forestshare 4.0 dimulai dari Pre Event dengan melakukan ekspedisi ke Suku Baduy Dalam pada Desember 2019, dilanjutkan dengan perlombaan seperti lomba essai & infografis, lomba fotografi dan market, dan workshop Batik Rintang hasil kolaborasi antara HMH ‘Selva’ ITB dan Himpunan Mahasiswa Kriya Tekstil dan Keramik (Terikat) ITB. Hasil workshop Batik Rintang dan hasil karya anggota HMH ‘Selva’ ITB dipamerkan pada pameran yang diadakan bersamaan dengan seminar nasional di Aula Timur ITB.

Seminar sendiri menghadirkan narasumber Dr. Iskandar Budiasaroso Kuntoadji sebagai pendiri Yayasan Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) dan Mulyono Nasinah sebagai aktivis pendidikan nonformal Suku Baduy dengan sesi seminar “Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat Adat”. Selain itu, seminar Forestshare 4.0 juga menghadirkan pembicara lainnya di antaranya Dr.Ir. Bambang Supriyanto, M.Sc., sebagai Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Dr. Achmad Istamar sebagai CEO ESRI Indonesia, dan Rakhmat Hidayat sebagai Manajer Perhutanan dan Transformasi Konflik World Resource Institute yang mengisi sesi seminar “Pengembangan Hutan Adat Menuju Revolusi Industri 4.0”.

Amrina menambahkan, melalui acara Forestshare 4.0 diharapkan peserta yang berpartisipasi dapat mengambil peran terhadap kelestarian hutan, dan lebih jauh lagi dalam menjaga bumi kita bersama. “Terlebih bagi mahasiswa sebagai agent of change yang memiliki peran besar untuk kelestarian alam, dengan peran kecil yang dilakukan mahasiswa, jika dilakukan bersama dan kontinu dapat menghasilkan dampak yang besar bagi kelestarian alam,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

EnglishIndonesia