MAHASISWA PRODI REKAYASA KEHUTANAN ITB RANCANG MODEL AGRISYLVOPASTURA DI LAHAN HUTAN PENDIDIKAN GUNUNG GEULIS

Penulis : Dr. Yayat Hidayat  SITH.ITB.AC.ID – Jatinangor, Mahasiswa Prodi Rekayasa Kehutanan ITB, melakukan praktik lapang perancangan penanaman dan persemaian di Hutan Pendidikan Gunung Geulis ITB, tepatnya di Blok Nangkod Lebakaso Desa Cikahuripan, Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang, seluas lebih kurang 2 ha, pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 27-28 Oktober 2018.  Kegiatan praktik lapang matak kuliah Teknik Silvikultur tersebut diikuti oleh 51 mahasiswa kehutanan angkatan 2016 semester 5, dibimbing oleh 11 asisten dengan dosen pembimbing Dr. Yayat Hidayat.

Praktik lapangan tersebut bertujuan untuk mengasah beberapa kompetensi ilmu silvikultur (budi daya hutan) antara lain (1) teknik merancang penanaman model agrosylvopastura, (2) merancang persemaian integrated nursery system, dan (3) teknik penanaman pola agrosylvopastura. Selain itu mahasiswa dilatih untuk dapat berkomunikasi dengan petani penggarap lahan hutan Gunung Geulis dalam rangka memberi pemahaman kepada mereka mengenai teknik budi daya hutan yang produktif dan ramah lingkungan serta melatih mahasiswa memiliki jiwa rimbawan yang peduli (respek) terhadap kelestarian hutan, khususnya KHDTK Hutan Pendidikan Gunung Geulis (KHDTK HP Gugeul).

Kegiatan praktik lapangan teknik silvikultur ini dipadukan dengan realisasi program penanaman blok (zone) Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang telah disusun dalam Rencana Pengelolaan KHDTK HP Gugeul.  Praktik lapangan ini juga merupakan inisiasi kegiatan penanaman perdana KHDTK HP Gugeul yang juga dikaitkan dengan momentum Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) pada bulan November yang akan datang.  Sesuai dengan fungsinya bahwa KHDTK HP Gugeul ITB adalah sebagai sarana untuk proses pembelajaran mahasiswa, maka pengerahan mahasiswa kehutanan untuk melakukan praktik di Gunung Geulis adalah sangat mendukung program KHDTK HP Gugeul.

Lokasi KHDTK HP Gugeul yang tidak terlalu jauh dengan lokasi kampus ITB Jatinangor, hanya berjarak sekitar 6 km dengan waktu tempuh hanya sekitar 30 menit, dapat menghemat biaya pelaksanaan praktik lapang mata kuliah di Prodi Rekayasa Kehutanan.

Pada tahun ini, dipilih lokasi penanaman di sisi timur KHDTK HP Gugeul, tepatnya di Blok Nagkod Dusun Lebakaso, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cimanggung. Terdapat seluas 26 ha lahan yang digarap oleh petani penggarap yang berasal dari Desa Cikahuripan dan Sawahdadap. Pelaksanaan praktik lapangan Teknik Silvikultur kali ini difokuskan di Blok Nangkod, lahan garapan di dalam Kawasan HP Gugeul yang digarap oleh  petani dari Desa Cikahuripan, lebih kurang seluas 2 ha. Ada sebanyak 25 petani Lebakaso yang menggarap lahan HP Gugeul, dan sudah berjalan sejak lama sebelum Gunung Geulis menjadi KHDTK HP Gugeul ITB.

Semua petani penggarap tersebut memiliki ternak domba sebagai hewan pemeliharaan.  Kebutuhan pakan ternak domba tidak disediakan secara khusus, mereka mencari pakan ke dalam kawasan dengan cara menyabit rumput yang tumbuh secara alami.  Sumber pakan lainnya adalah daun gmelina, sobsi, kaliandra, nangka yang diperoleh dengan cara merencek (memangkas) tajuk pohon sehingga pohon menjadi gundul. Mereka menanam singkong, cabe rawit, jagung di lahan garapannya tanpa mengindahkan aspek konservasi tanah. Menanam singkong di tepi tebing teras sangat beresiko terjadinya erosi tanah yang besar.

Berkaitan dengan pola kebisasaan bercocok tanam seperti itu, maka mahasiswa kehutanan digiring ke lokasi tersebut untuk mencarikan alternatif model pengolahaan lahan garapan mereka, yang lebih produktif dan ramah lingkungan.  Model yang dirancang adalah model agrosylvopastura yang produktif, ramah lingkungan, efisien dan lestari. Model ini dirancang untuk mampu mengendalikan erosi tanah, produktivitas hasilnya tinggi dan mampu memasok kebutuhan pakan ternak mereka. Komoditas yang dipilih terdiri dari tanaman HHBK buah buahan seperti jambu bol, rambutan, alpukat, kedondong, jengkol dan petai.  Tanaman pengisinya yaitu kopi dan lada serta tanam penguat terasnya adalah rumput odot.

Praktik lapangan Teknik Silvkultur berjalan dua hari satu malam. Hari pertama diisi dengan acara pengukuran kondisi mikro klimat tapak penanaman, dan perancangan model agrosylvopastura. Malam harinya dilangsungkan interkasi antara mahasiswa dan petani penggarap mendiskusikan hasil rancangan agrosylvopastura di lahan garapan petani.   Pada hari Minggu dilangsungkan acara penanaman model agrosylvopastura yang terbagi ke dalam enam kelompok, setiap kelompok dibimbing oleh asisten dan petani penggarap. Acra penanam selesai pada pukul 10.00 WIB, setelah itu befoto bersama di  lokasi kemudian berkemas untuk pulang.

 

Berita Terkait

IndonesiaEnglish