Mahasiswa SITH Meraih Medali Emas & Perak Kompetisi Nasional MIPA (KN MIPA) 2020 dalam Bidang Biologi

BANDUNG, SITH ITB – Mahasiswa perwakilan ITB berhasil memborong medali pada ajang Kompetisi Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (KN MIPA) 2020 yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Kegiatan tersebut dilakukan secara virtual pada 10 September 2020 lalu.

Pada ajang kompetisi bergengsi ini, mahasiswa perwakilan ITB meraih 5 medal emas, 3 perak, dan 3 perunggu, dari semua bidang yang dikompetisikan yakni Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi. Oleh sebab itu, ITB menjadi Peringkat Pertama untuk perolehan medali KN MIPA Tahun 2020.

Dua mahasiswa SITH termasuk dari 11 (sebelas) mahasiswa ITB yang menyumbangkan dua medali untuk kemenangan ITB dari bidang Biologi. I Putu Prakasa Wiprayoga (NIM 10617059) yang merupakan mahasiswa dari Prodi Sarjana Biologi berhasil meraih emas, sedangkan Alfred Patisenah (NIM 10418023) dari Prodi Sarjana Mikrobiologi berhasil menyumbangkan medali perak untuk kemenangan ITB.

SITH mengucapkan selamat dan mengapresiasi setinggi-tingginya atas prestasi yang didapat oleh mahasiswa perwakilan ITB, khususnya untuk kedua mahasiswa kebanggaan kami yakni Sdr. Prakas dan Sdr. Alfred.

Salah satu pembeda utama dari pelaksanaan KN MIPA di tahun ini ialah semua kegiatannya dilakukan secara daring. “Meskipun begitu, suasana kompetitif masih terasa karena panitia berhasil menyusun sedemikian rupa pelaksanaan acara ini”, ujar Prakas.

Ajang Kompetisi Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (KN MIPA) ini merupakan kegiatan tahunan yang rutin diselenggarakan untuk mahasiswa tingkat strata sarjana. Untuk kegiatan tahun depan diharapkan muncul kembali para juara dari SITH yang mampu mengharumkan nama institusi dan diri sendiri. Salah satu kunci sukses Sdr. Prakas dalam mengikuti kompetisi ini, terutama di bidang Biologi adalah terus menggali dan memahami konsep-konsep dasar dari sub bidang Biologi, mulai dari biologi molekuler dan biosistematika. Mempelajari soal-soal tahun lalu serta pengalaman mengikuti kompetisi yang sama di tahun sebelumnya, semakin menambah kemampuan Prakas dalam mengenali berbagai pola-pola soal yang muncul dalam kompetisi tersebut. “Keanekaragaman organisme di Indonesia seringkali menjadi salah satu topik langganan soal, sehingga membaca mengenai topik ini akan bermanfaat. Membiasakan dalam menganalisis data juga membantu untuk mengerjakan soal esai.”, tambah Prakas.

Senin, 14 September 2020 – Jayen A. Kriswantoro

Berita Terkait

EnglishIndonesia