Meet up iGEM 2019

Penulis : Akip

Bandung, sith.itb.ac.id – iGEM atau International Genetic Engineered Machine merupakan acara internasional yang diadakan tiap tahunnya. Puncak dari acara ini dilaksanakan di Boston, Amerika Serikat yang dihadiri oleh peserta dari berbagai universitas di dunia. Tahun ini merupakan tahun ke 5 ITB mengikuti ajang ini, dan ITB dipercaya untuk menjadi tuan rumah Meet Up iGEM Indonesia yang merupakan bagian dari persiapan mengikuti iGEM 2019.

Meet Up iGEM Indonesia yang digelar pada Sabtu, 24 Agustus kemarin mengundang pegiat biologi sintetis dari berbagai wilayah Indonesia untuk datang dan berdiskusi terkait tantangan dan masa depan biologi sintetis di Indonesia. Untuk mendiskusikan hal tersebut, acara ini mengundang perwakilan dari 3 kalangan, yaitu, Pemerintah diwakili oleh Prof. Dr. Ocky Radjasa (Dirjen Riset dan Pengabdian Masyarakat Kemenristekdikti), Industri oleh Dr. Neni Nurainy (RnD, Project Integration BioFarma) dan Immanuel Sanka, M.Sc sebagai representasi dari alumni iGEM dan juga pegiat start up di Indonesia.

Sebelum masuk pada sesi diskusi atau talkshow, acara ini dibuka terlebih dahulu dengan seminar dari Dr. Azzania Fibriani yang merupakan pembina dari Tim iGEM ITB. Seminar pembuka tersebut memberikan gambaran awal terkait telah sejauh mana biologi sintetis berkembang di Indonesia dan tantangan apa saja yang akan dihadapi bidang ini.

Sesi diskusi dipimpin oleh Farhan Maulana, S.Si yang merupakan alumni iGEM ITB 2017. Pada sesi diskusi, Sanka menjelaskan terkait peran dari iGEM pada perkembangan biologi sintetis dan bagaimana animo dari masyarakat terkait penelitian biologi sintetis. Dr. Neni sendiri lebih banyak menjelaskan terkait aplikasi dari biologi sintetis di bidang industri terapan, terutama yang terkait dengan pengembangannya di ranah medik. Sementara itu Prof. Ocky lebih jauh menjelaskan terkait peran pemerintah dalam merancang sistem penelitian yang berkesinambungan serta letak biologi sintetis di dalam bagan rencana penelitian tersebut.

Dari hasil diskusi pada forum tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa akselerasi penelitian biologi sintetis dapat dengan baik dilakukan, dengan ketersediaan sumber daya peneliti juga sumber dana dan fasilitas. Penerapannya di dalam industri pun sudah tidak diragukan lagi. Keikutsertaan perguruan-perguruan tinggi di dalam ajang iGEM juga merupakan salah pemicu pengembangan dan penelitian di bidang ini.

Berita Terkait

IndonesiaEnglish