Pelatihan Guru Biologi SMA Kota Bandung dan Sekitarnya untuk Pemantauan Kualitas Lingkungan dengan Menggunakan Kupu-kupu sebagai Indikator

Penulis: Prof. Dr. Tati S. Syamsudin, MS., DEA dan Sartika I. A. Sudiarto, Ph.D.

Bandung, sith.itb.ac.id – Pada tanggal 27 Juli 2019, kelompok keahlian ekologi menyelenggarakan pelatihan bagi guru-guru biologi SMA Kota Bandung mengenai kupu-kupu sebagai bioindikator kualitas lingkungan. Pelatihan dilakukan di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Labtek XI, ITB Ganesa, diawali dengan pembukaan oleh dekan SITH, Prof. Dr. I. Nyoman P. Aryantha. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Prof. Dr. Tati S. Syamsudin, MS., DEA beserta anggota tim yaitu Sartika I. A. Sudiarto, Ph.D dan juga melibatkan tiga orang mahasiswa sarjana program studi biologi yaitu Alfred Fernaldi Purnama, Beo Nada Rezky, dan Syifa Wiranti.

Pembukaan pelatihan oleh dekan SITH, Prof. Dr. I Nyoman P. Aryantha

Kegiatan pelatihan meliputi pengenalan kupu-kupu sebagai bioindikator kualitas lingkungan, praktek sampling kupu-kupu di lingkungan kampus ITB, dan cara pengawetan kupu-kupu. Peserta diberikan modul untuk pemantauan kualitas lingkungan dengan menggunakan kupu-kupu sebagai indikator. Peserta juga mendapatkan buku berjudul “Mengenal Kupu-Kupu Tangkuban Parahu dan sekitarnya” karya Prof. Dr. Tati S. Syamsudin, MS., DEA yang dapat digunakan sebagai acuan untuk mengidentifikasi kupu-kupu. Mereka mendapat penjelasan tentang beberapa peran kupu-kupu di ekosistem serta siklus hidupnya. Sehingga kupu-kupu dapat dijadikan indikator untuk memantau perubahan lingkungan. Kupu-kupu memiliki peran penting dalam ekosistem.

Pemberian materi mengenai kupu-kupu sebagai indikator lingkungan oleh Prof. Dr. Tati S. Syamsudin, MS., DEA

Melalui kegiatan ini, diharapkan guru-guru sekolah menengah atas mengenal indikator yang dapat digunakan untuk memantau kualitas lingkungan terutama kupu-kupu serta keanekaragaman kupu-kupu. Materi ini kemudian dapat digunakan sebagai bahan ajar bagi para siswa-siswi di lingkungan sekolah masing-masing. Materi yang diberikan juga dapat menunjang pendidikan lingkungan hidup bagi para siswa-siswi sekolah menengah.

Praktek sampling kupu-kupu di lingkungan kampus ITB oleh para peserta pelatihan

Praktek pengawetan kupu-kupu oleh para peserta pelatihan

Setelah pelatihan dilakukan, para guru SMA akan melakukan kegiatan mandiri berupa sampling kupu-kupu di lingkungan sekolah masing-masing. Hasilnya akan dilaporkan dan disajikan pada saat evaluasi yang akan diselenggarakan pada bulan September 2019. Dari hasil kegiatan mandiri ini, diharapkan dapat menambah pengetahuan mengenai keanekaragaman kupu-kupu di lingkungan Kota Bandung dan sekitarnya.

Berita Terkait

IndonesiaEnglish