Penerapan Prinsip Zero Waste pada Pengolahan Kopi dengan Teknologi Biopelet

Penulis : Dr. Yayat Hidayat

Jatinangor, sith.itb.ac.id – KK Teknologi Kehutanan SITH ITB, memberikan pelatihan teknik pembuatan biopelet dari limbah kulit buah kopi menjadi bahan bakar alternatif sebagai sumber nergi terbarukan. Pelatihan praktik pembuatan biopelet kulit kopi tersebut dilaksanakan di laboratorium Pengolahan Kayu Kampus ITB Jatinangor (10/07). Kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat (PPM).

Limbah kulit buah kopi dan kulit tanduk (husk) belum dimanfaatkan secara optimal oleh petani, hal ini tercermin dari menumpuknya limbah kulit kopi di sekitar tempat pengolahan.  Proses pengolahan kopi diawali dengan pencucian dan perendaman serta pengupasan kulit luar, proses ini menghasilkan 65% biji kopi dan 35% limbah kulit kopi.  Pemanfaatan limbah kulit kopi ini masih menjadi permasalahan yang dihadapi anggota kelompok tani ini.  Oleh sebab itu diperlukan usaha-usaha untuk meningkatkan nilai tambah limbah kopi melalui penerapan inovasi teknologi tepat guna, sehingga limbah kopi tersebut dapat lebih bermanfaat dan mempunyai nilai ekonomi.  Sebagai wujud kepedulian akedemisi terhadap permasalahn petani kopi di sekitar Gunung Geulis, KK Teknologi Kehutanan SITH menyelenggarakan pelatihan pembuatan biopelet berbahan baku kuit buah kopi yang dikemas dalam program PPM.

PPM ini merupakan inisiasi program pengembangan desa mandiri energi di sekitar Hutan Pendidikan Gunung Geulis ITB. Tujuannya adalah memberikan pengetahuan teknik pembuatan biopelet dari limbah kulit kopi. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas hasil tananam agroforestry kopi di Gunung Geulis. Pengembangan teknologi biopelet di masyarakat juga diharapkan dapat menjadi alternatif penggunaan bahan bakar yang lebih efisien, murah dan ramah lingkungan. Kegiatan PPM tahun ini diikuti oleh Komunitas Petani Kopi Gunung Geulis (KOPPI GUGEULS) Kabupaten Sumedang yang anggotanya berjumlah lebih kurang 30 orang.  Kegiatan PPM ini diketuai oleh Dr. Anne Hadiyane, dibantu dengan anggotanya yang terdiri dari Dr. Yayat Hidayat dan Dr. Alfi Rumidatul.  Kegiatan PPM ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Teknologi Pasca Panen SITH ITB yang sedang menekuni bidang kajian terkait dengan kegiatan ini.

Para peserta antusias mengikuti praktik pembuatan biopelet berbahan baku limbah kulit buah kopi, mulai dari penyiapan bahan, penghancuran bahan (pembuatan partikel kasar), penghaluasan partikel, hingga pencetakan biopelet. Bahan yang digunakan adalah limbah kulit buah kopi, yang telah dikeringkan (dijemur di bawah matahari). Kulit tersebut kemudian dimasukan ke dalam mesin penghancur (crasher) untuk menghasilkan ukuran patikel kasar, lalu diperhalus ukurannya hingga 60 mesh di mesin ball milling.  Bahan tersebut kemudian diberi air dan bahan perekat dari tepung singkong dengan formulasi dosis yang telah ditetukan. Proses terakhir adalah pencetakan biopelet dengan menggunakan mesin pencetak hasil rakitan.

Pemberian materi teknik pembuatan biopelet limbah kulit buah kopi oleh Dr. Anne Hadiyane

Penghancuran kulit buah kopi dengan mesin penghancur wood chipper

Penghalusan partikel kulit buah kopi hingga berukuran 60 mesh dengan mesin ball milling

Proses pencetakan biopelet dengan mesin presser

Berita Terkait

IndonesiaEnglish