Pengabdian Masyarakat KK Teknologi Kehutanan: Pelatihan Pembuatan Arang dan Cuka Bambu serta Aplikasinya untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat di Kecamatan Cibugel, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat

Penulis : Mega Trikania Kendali

SUMEDANG, SITH.ITB.AC.ID – Situasi pandemi Covid-19 tidak menjadi hambatan bagi dosen Kelompok Keahlian Teknologi Kehutanan SITH ITB dalam menjalankan kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satunya yaitu pengabdian masyarakat. Pada tanggal 22 Agustus 2020, Kelompok Keahlian Teknologi Kehutanan telah menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting. Kegiatan ini merupakan bagian dari program PPM Bioindustri tahun 2020 dengan tema: “Pelatihan Pembuatan Arang dan Cuka Bambu serta Aplikasinya untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Pedesaan di Kecamatan Cibugel, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat”.

Peserta pelatihan ini diikuti oleh 40 orang yang berasal dari tujuh desa di wilayah Kecamatan Cibugel (Desa Jayamekar, Buanamekar, Cibugel, Tamansari, Cipasang, Sukaraja, dan Jayamandiri), perwakilan dari SMK Agroteknologi, dan staf Kecamatan Cibugel. Selain itu, kegiatan pelatihan ini juga dihadiri oleh anggota Kelompok Keahlian Teknologi Kehutanan, Camat Cibugel, dan Dekan SITH ITB.

Gambar 1 Foto bersama pada acara pelatihan pembuatan arang dan cuka bambu untuk masyarakat di Kecamatan Cibugel, Kabupaten Sumedang, Propinsi Jawa Barat

Materi pelatihan pembuatan arang dan cuka bambu disampaikan oleh tiga dosen anggota Kelompok Keahlian Teknologi Kehutanan, yaitu Dr. Asep Suheri, Eka Mulya Alamsyah, PhD, dan Dr. Sutrisno. Rangkaian acara kegiatan ini dipandu oleh moderator yaitu Dr. Alfi Rumidatul. Sebelum penyampaian materi, acara pelatihan diawali dengan sambutan ketua panitia (Eka Mulya Alamsyah, PhD), Sambutan Camat Cibugel (Cicin Sondali, S.Sos), dan Sambutan Dekan SITH (Endah Sulistyawati, PhD) yang sekaligus membuka acara kegiatan pelatihan secara resmi. Bapak Cicin Sondali menyambut kegiatan ini dengan baik, karena melalui pelatihan ini masyarakat Cibugel dapat mencoba dan membiasakan kegiatan secara daring.

Materi pertama mengenai jenis bambu dan sifatnya disampaikan oleh Dr. Asep Suheri. Pada sesi ini, masyarakat dijelaskan jenis-jenis bambu yang tumbuh dan distribusinya di Indonesia, khususnya Pulau Jawa. Beliau menjelaskan sifat bambu dari segi batang dan daunnya, akar, sifat fisis dan mekanis, durabilitas, dan kekuatan bambu. Beliau juga menyampaikan bahwa bambu merupakan salah satu tanaman yang mudah ditamam, cepat tumbuh, multifungsi dan bernilai ekonomis tinggi.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Eka Mulya Alamsyah, PhD. Beliau menjelaskan berbagai manfaat bambu, antara lain menjadi sumber pangan, energi, bahan konstruksi, kerajinan, alat musik, dan sumber serat. Selain itu, bambu juga memiliki fungsi ekologis sebagai tanaman konservasi tanah dan air. Beliau juga menjelaskan secara khusus manfaat arang bambu, antara lain sebagai penghilang bau dan kelembaban, perawatan kulit, penjernihan air, penambah aroma dan mineral saat memasak nasi, menjaga air dalam akuarium tetap bersih dan sehat, dan dapat juga dijadikan media tanam.

Materi terakhir mengenai Teknologi Pembuatan Arang dan Cuka Bambu serta Aplikasinya yang disampaikan oleh Dr. Sutrisno. Bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan arang dan cuka bambu antara lain bambu haur hijau yang berumur ≥ 3 tahun sebagai bahan baku, dan limbah sawit sebagai bahan bakar. Dr. Sutrisno menjelaskan tahapan pembuatan arang dan cuka bambu dengan menggunakan tungku pembakaran: (1) menyiapkan bambu haur hijau yang sudah dipotong 25-30 cm; (2) Bambu dimasukkan ke dalam tungku pembakaran; (3) Bambu dibakar dalam tungku selama  2,5-3,5 jam; (3) pengecekan kematangan arang bambu dengan cara mendeteksi gas metana; (4) Setelah matang, arang bambu didinginkan di dalam tungku selama ≥ 2 jam; (5) Arang bambu dikeluarkan dari tungku dan cuka bambu diambil dari bak penampung. Setelah penjelasan tahapan pembuatan arang bambu, Dr. Sutrisno juga menyampaikan berbagai aplikasi penggunaan arang bambu, antara lain sebagai pupuk, penyerap polutan udara, penjernih air, perawatan kesehatan kulit, bahan kuliner, dan lain-lain. Selain arang bambu, didapatkan juga cuka bambu sebagai hasil sampingan dari proses pembakaran bambu. Cuka bambu dapat diaplikasikan sebagai bahan pengawet kayu atau bambu, pengawet makanan, pupuk, serta pengendalian hama dan/atau penyakit tanaman.

Setelah pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan penayangan video mengenai pembuatan arang dan cuka bambu yang telah disiapkan sebelum kegiatan pelatihan daring dilaksanakan. Pembuatan arang dan cuka bambu ini dilakukan kerja sama dengan CV Usama Bakti Nusantara di bawah pimpinan Ir. Edi Hernani.

Acara pelatihan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pada sesi ini, peserta pelatihan cukup aktif bertanya terkait materi pelatihan pembuatan arang dan cuka bambu. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan doa yang disampaikan oleh salah satu peserta pelatihan, yaitu Ustad Nana Mahrudin. Dan dengan berakhirnya penyampaian doa tersebut, pelatihan pembuatan arang dan cuka bambu yang dilakukan secara daring pun telah selesai dilaksanakan.

Berita Terkait

EnglishIndonesia