Ubah Limbah menjadi Pupuk Cair, Rosydiati menjadi juara 1 Nasional

Sumber Foto : Humas ITB

Rosydiati S.Si laboran dari Laboratorium Kimia Analisis Bahan Alam SITH ITB menjadi juara 1 dalam ajang pemilihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berprestasi Tingkat Nasional tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI (29/10/2018). Karya inovasi yang dilakukan sebagai laboran yaitu mengubah limbah menjadi pupuk cair dengan judul “Inovasi Pengolahan Limbah Medium Kultur Jaringan Melalui Fermentasi dengan Fermipan Menjadi Pupuk Cair untuk Aklimatisasi dan Hidroponik”.

Limbah Medium Kultur Jaringan berupa limbah padatan dan cairan yang dapat menghasilkan aroma yang mengganggu jika disimpan lama bahkan dapat menularkan penyakit pada manusia rentan karena dapat ditumbuhi Mikroba patogen yang sangat berbahaya bagi lingkungan, sedangkan limbah dalam bentuk cairan pun cukup berbahaya karena mengandung zat kimia. Laboratorium Kimia Analisis Bahan Alam biasa menggunakan media untuk kultur jaringan berupa media MS (Murashige & Skoog) mengandung unsur makro, mikro, dan vitamin. Media ini diperoleh dari praktikum proyek tumbuhan, rekayasa sel dan kultur jaringan, ekologi fisiologi tumbuhan, dan penelitian tugas akhir sehingga dapat digunakan untuk media aklimatisasi dan hidroponik

Permasalahan limbah Medium Kultur Jaringan menjadi daya tarik tersendiri bagi Rosydiati  untuk diolah menjadi “Pupuk cair dalam media aklimatisasi dan hidroponikmikroba”, hal yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan  nutrisi (N, P, K, Ca, Mg dan C) yang terkandung di limbah medium kultur sebagai pupuk cair dengan menambahkan bioaktivator  fermipan sebagai agen fermentasi agar dan gula (bahan organik).   Proses pengolahan limbah dengan meggunakan mikroorganisme aktif yang terdapat dalam permifan sangat efektif untuk memperbaiki kondisi tanah dan memacu penyerapan unsur hara oleh tanaman dan meningkatkan kualitas pertumbuhan tanaman.

Diagram Implementasi

Diagram Implementasi karya unggulan ini telah di ujicoba berdasarkan gambar ini.

Harapan dari Inovasi yang dilakukan ini, dapat pula diterapkan di seluruh laboratorium kultur jaringan tanaman. Metode inovasi dapat diaplikasikan untuk mengolah limbah yang dihasilkan dalam praktikum rekayasa hayati, proyek tumbuhan, rekayasa sel dan kultur jaringan dan mahasiswa tugas akhir yang menggunakan media MS dalam kultur tanamannya. Pupuk cair yang dihasilkan bisa digunakan untuk mengurangi biaya pengadaan pupuk pada tahapan aklimatisasi tanaman hasil kultur jaringan. Lebih jauh lagi pupuk cair ini dapat dijadikan sebagai medium media hidroponik dan medium kultur jaringan. Pupuk ini dapat diaplikasikan untuk praktikum proyek tumbuhan dalam sub-bagian aklimatisasi dan hidroponik, praktikum rekayasa sel dan kultur jaringan pada sub-bagian aklimatisasi, dan praktikum ekologi fisiologi tumbuhan pada sub-bagian hidroponik dengan penambahan logam berat. Karya ini juga dapat diaplikasikan oleh industri-industri yang memproduksi kultur tanaman seperti industri kultur anggrek, kultur pisang, dan lain-lain.

Berita Terkait

IndonesiaEnglish