SITH-ITB Latih Petani Kopi Gunung Geulis Memproduksi Asap Cair dari Limbah Kulit Kopi

Penulis : Dr. Yayat Hidayat

Jatinangor, sith.itb.ac.id – Kelompok Keahlian Teknologi Kehutanan SITH ITB memberikan pealatihan kepada para petani kopi Gunung Geulis mengenai teknologi pembuatan asap cair dari limbah kulit kopi, kemarin di laboratorium kayu kampus ITB Jatinangor (10/7). Pelatihan ini merupakan bagian dari kegiatan PPM SITH ITB yang diketuai oleh Dr. Anne Hadiyane berserta timnya yaitu Dr. Yayat Hidayat dan Dr. Alfi Rumidatul.

Pengolahan kopi secara basah akan menghasilkan limbah padat berupa kulit buah pada proses pengupasan buah (pulping) dan kulit tanduk pada saat penggerbusan (hulling). Limbah padat kulit buah kopi (pulp) belum dimanfaatkan secara optimal. Pada umumnya kulit kopi tersebut akan dibuang begitu saja atau dikumpulkan dan dibiarkan hingga membusuk. Limbah kulit kopi tersebut sering menimbulkan bau busuk dan cairan yang mencemari lingkungan. Salah satu upaya untuk memanfaatkan limbah kulit kopi tersebut adalah mengolah kulit kopi menjadi asap cair sebagai pupuk organik.

Program pengabdian masyarakat ini merupakan kegiatan penerapan teknologi tepat guna untuk masyarakat di sekitar Hutan Pendidikan Gunung Geulis ITB. Pendekatan yang dilakukan adalah melatih kelompok tani hutan di sekitar Gunung Geulis untuk memproduksi asap cair dari limbah kulit buah kopi dan mengaplikasikan produk asap cair tersebut sebagai pupuk organik untuk tanaman kopi dilapangan. Secara umum tujuan program pengabdian masyarakat ini adalah melatih kelompok tani di sekitar hutan pendidikan Gunung Geulis mengolah limbah kopi menjadi produk asap cair sebagai pupuk organik. Kegiatan PPM ini diharapkan akan berdampak kepada pengelolaan dan produktivitas tanaman kopi di hutan pendidikan Gunung Geulis ITB, meningkatkan nilai ekonomi limbah kopi yang diolah menjadi asap cair untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik dan menggerakkan perekonomian masyarakat desa khususnya kelompok tani hutan di Desa Jatiroke, Jatimukti dan Cisempur. Target dari kegiatan PPM ini adalah (a) Terlatihnya sebanyak 30 anggota kelompok tani di sekitar Gunung Geulis, (b) Petani memahami teknik pengolahan limbah kopi menjadi produk asap cair, dan (c) Peningkatan produktivitas hasil usaha tanaman kopi kelompok tani Gunung Geulis menggunakan asap cair limbah kopi sebagai pupuk organik.

Acara pelatihan dimulai dengan pemberian materi pengantar praktik mengenai teknik pembuatan asap cair menggunakan teknologi sederhana, yang disampaikan oeh Dr. Alfi Rumidatul. Selesai mengikuti pembekalan materi praktik, para peserta langsung berkerumun di lokasi instalasi pembuatan asap cair yang telah disediakan. Instalasi pembuatan asap cair dibuat dengan teknologi sederhana memanfaatkan drum ukuran 180 l sebanyak dua buah.

Pemberian materi pengantar praktik oleh Dr, Alfi Rumidatul

Proses pembuatan asap cair dimulai dengan penyiapan alat dan bahan. Alat dirancang dan dibuat sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan.  Bahan yang digunakan adalah limbah kulit kopi yang sudah dikeringkan terlebih dahulu.  Selain itu disiapkan bahan bakar secukupnya untuk melakukan proses pembakaran bahan.  Limbah kulit (cangkang) kopi kering dimasukkan ke dalam drum pembakar (drum pertama) hingga penuh. Setelah itu, nyalakan api di bagian drum paling bawah pada tempat yang telah dirancang untuk membakar bahan limbah kulit kopi secara tidak langsung. Bahan bakar yang digunakan cukup dengan briket arang dan atau kayu bakar.  Beberapa saat kemudian, bahan kulit kopi yang dalam drum mulai mengeluarkan asap itu tandanya bagian bawah limbah tersebut telah terbakar (membara). Bara ini akan terus merambat membakar bahan kulit kopi pada lapisan atas di dalam drum tadi. Segera bagian atas drum pembakar ditutup rapat, dan asap tersebut di alirkan melalui pipa menuju drum pendingin (drum kedua) yang berisi air.  Asap dari pembakaran akan mengalami kondensasi di dalam drum pendingin dan akan keluar air melalui lubang penanmpungan.  Produk asap cair itu yang ditampung dalam wadal botol.

Satu set instalasi pembuatan asap cair disumbangkan kepada kelompok petani kopi Gunung Geulis untuk memproduksi asap cair secara mandiri di desanya.

Pemasukan bahan berupa limbah kulit kopi kering ke dalam drum pembakar

Pembakaran bahan kulit kopi pada drum pertama di bagian dasar

Penutupan drum pembakar kemudian disambungkan ke drum pedingin

Penampungan asap cair ke dalam botol

Berita Terkait

IndonesiaEnglish