SITH ITB Menyelenggarakan Diseminasi Hasil Penelitian Lebah Tanpa Sengat di Desa Haurngombong

SUMEDANG, SITH.ITB.AC.ID – Tim riset dari Kelompok Keahlian Agroteknologi dan Teknologi Bioproduk (KK ATB) SITH ITB yang diketuai oleh Dr. M. Yusuf Abduh bekerjasama dengan Bio-N Propolis dan Biorefinery Society (BIOS) mengadakan diseminasi hasil penelitian berjudul ‘Mengenal Lebah Tanpa Sengat dan Potensinya di Taman Lebah Haurngombong’ di Desa Haurngombong, Kabupaten Sumedang (11/10/2019). Secara umum kegiatan tersebut bertujuan untuk mengenalkan masyarakat dengan Taman Lebah Haurngombong serta berbagai inovasi dalam budidaya lebah tanpa sengat hingga produk turunannya serta pemanfaatan sumber daya hayati lainnya.

Pembukaan Acara

Rangkaian acara diseminasi terdiri dari tiga kegiatan utama yaitu pembukaan, pengenalan lebah tanpa sengat, serta kunjungan ke taman lebah dan stan yang sudah disiapkan. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Dr. Mia Rosmiati selaku perwakilan dekanat SITH, Prof. Dr. Robert Manurung selaku perwakilan KK ATB, Dr. M. Yusuf Abduh selaku ketua tim riset, dan juga Pak Juju sebagai perwakilan Kepala Desa Haurngombong. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi terkait budidaya lebah lebah tanpa sengat dan produk turunannya. Pada kesempatan ini juga dilakukan peluncuran aplikasi BeeFriend oleh tim riset Dr. M. Yusuf Abduh yang memuat berbagai informasi mengenai lebah tanpa sengat.

Pada kegiatan terakhir, peserta diajak berkunjung ke Taman Lebah Haurngombong dan stan lain yang sudah disiapkan. Di lokasi Taman Lebah, peserta dikenalkan pada berbagai jenis sarang lebah dan berbagai spesies lebah tanpa sengat seperti lebah jenis Tetragonula laeviceps, Heterotrigona itama, dan lain sebagainya. Pada stan pembuatan masker, peserta diperlihatkan cara membuat masker dari ampas ekstrak propolis dan clay, peserta juga diperkenankan untuk mencoba membuat maskernya sendiri. Inovasi serta narasumber untuk pembuatan masker tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Bio-N Propolis. Pada stan cicip produk, peserta dipersilakan untuk mencoba berbagai olahan pangan berupa propolis dan madu dari lebah tanpa sengat yang disponsori oleh Bio-N Propolis. Pada stan lalat tantara hitam, peserta dikenalkan dengan produk dari BIOS berupa pakan ikan dari larva lalat tantara hitam yang memiliki kandungan protein yang tinggi.

 

Animo masyarakat Haurngombong terbilang tinggi untuk acara ini. “Masyarakat Haurngombong sangat responsif dan antusias”, begitu pendapat Dr. Mia Rosmiati mengenai acara diseminasi tersebut. Menurut salah satu warga Haurngombong, Ibu Sulastri, kegiatan ini sangat menarik. “Kami jadi mengetahui bahwa semua sumber daya hayati yang ada di sekitar kami dapat diolah dan digunakan untuk menciptakan produk yang bermanfaat dan memiliki nilai jual” tuturnya. Beliau juga menyebutkan bahwa dirinya tidak menyangka makhluk hidup seperti larva lalat dan lebah tanpa sengat yang sering ia temukan di sekitar rumahnya ternyata menyimpan banyak potensi untuk dikembangkan. Ibu Sulastri berharap kegiatan seperti ini dapat rutin dilaksanakan di Desa Haurngombong. Baginya, tidak ada yang lebih penting dari kehadiran di institusi di tengah masyarakat kecuali ilmu bermafaat yang dibagikannya.

Foto bersama warga Haurngombong

Berita Terkait

IndonesiaEnglish