SITH-ITB Selenggarakan Seminar dan Talkshow Mengupas Isu tentang Virus Corona

Penulis : Bernadetha Maria Hastuti (SITHS, 2016)

BANDUNG, SITH.ITB.AC.ID  – Menanggapi maraknya kasus penyebaran Novel Corona Virus (2019-nCoV), Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung bersama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, menyelenggarakan seminar dan talkshow dengan tema “Virus Corona dalam Perspektif Medis dan Biologi Molekuler” di Gedung CRCS ITB, Rabu (5/2/2020).

Acara seminar dan talkshow tersebut bertujuan untuk menyampaikan penjelasan tentang virus Corona dari para ahli kepada masyarakat luas dalam rangka menanggulangi hoax dan informasi-informasi yang kurang tepat lainnya terkait virus tersebut. Selain itu, juga dalam rangka kontribusi ITB sebagai institusi pendidikan dan penelitian.

Saat sesi seminar, Dr. Azzania Fibriani, S.Si., M.Si., Ph.D., dari Kelompok Keilmuan (KK) Genetika dan Biologi Molekuler ITB menjelaskan, virus Corona memiliki laju persebaran yang tinggi. Namun begitu, tingkat kematian dari infeksi virus ini baru 12 persen atau jauh lebih rendah apabila dibandingkan dengan virus MERS (Middle East Respiratory Syndrome) yang mencapai 34 persen.

Dr. Azzania juga menjelaskan, bahwa virus yang menyerang sistem pernapasan dan pencernaan manusia ini memiliki tingkat kesamaan yang tinggi yakni 96 persen dengan virus Corona yang berasal dari kelelawar. Dengan demikian, bisa jadi virus tersebut berasal dari hewan tersebut. Namun, lanjutnya, belum diketahui apakah virus ini langsung ditransmisikan dari kelelawar ke manusia atau melalui binatang yang lain terlebih dahulu. “Kesamaan yang paling tinggi ditemukan pada kelelawar yang berada di Wuhan, Tiongkok,” ujarnya.

Sementara itu dalam sesi talkshow, hadir sebagai pembicara diantaranya Dr. Adi Pancoro dari KK Genetika dan Biologi Molekuler, SITH-ITB, Prof. drh. Roostita L. Balia, M.App.Sc., PhD., dari Program Studi Kedokteran Hewan, FK-UNPAD, Yovita Hartantri dr., SpPD – KPTI dari Program Studi Ilmu Penyakit Dalam, FK-UNPAD, Dr.rer.Nat. Marselina Irasonia Tan dari KK Fisiologi, Perkembangan Hewan & Sains Biomedika, SITH-ITB, dan Prof. Dr. Pingkan Aditiawati dari KK Biologi Mikroba, SITH-ITB.

Pada sesi tersebut, para ahli dari berbagai bidang mengupas isu virus Corona yang tengah menjadi pembicaraan publik dan banyak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Seperti diketahui, sampai saat ini, vaksin untuk menanggulangi infeksi dari virus Corona masih belum ditemukan. Akan tetapi menurut Dr.rer.Nat. Maselina, terdapat kandidat vaksin yang dapat dikembangkan, seperti passive immunotherapy dan active immunotherapy. “Diharapkan kedepannya bisa didapatkan hasil yang lebih baik lagi,” lanjutnya.

Adapun Prof. drh. Roostita menjelaskan, bahwa penyebaran virus dari hewan ke manusia tidak terjadi secara langsung, dibutuhkan faktor dan tahapan-tahapan yang cukup kompleks. Maka dari itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak panik, namun tetap waspada dengan cara tidak memelihara dan mengkonsumsi hewan liar.

ITB sendiri telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat kampus untuk sementara waktu ini membatasi interaksi dengan segala sesuatu yang memungkinkan terjadinya kontak dengan orang yang dicurigai terinfeksi virus Corona tersebut. Mengingat belum ditemukannya vaksin terhadap virus tersebut, maka sebagai pencegahan diharapkan seluruh masyarakat kampus untuk melakukan hal-hal berikut sebagaimana anjuran dari Kemenkes RI :

1. Sering mencuci tangan memakai sabun
2. Gunakan masker bila batuk atau pilek
3. Konsumsi gizi seimbang, perbanyak sayuran
4. Hati-hati kontak dengan hewan
5. Rajin olahraga dan istirahat cukup
6. Jangan mengonsumsi daging yang tidak dimasak
7. Menjaga kebersihan lingkungan kampus termasuk ruangan
8. Jika mengalami gangguan kesehatan seperti demam, batuk, pilek, dan sesak napas segera ke fasilitas kesehatan terdekat.

Materi Para Pembicara :
1. Dr. Azzania Fibriani Introduction to Novel Corona Virus (2019-nCoV) Infection
2. Dr. Adi Pancoro  Novel Coronavirus (2019-nCoV) GENOM
3. drh. Roostita L. Balia, M.App.Sc., PhD Penularan Virus dari Hewan ke Manusia serta Pentingnya Pendekatan “One Hearth”
4. Yovita Hartantri dr., SpPD – KPTI Penanganan Medis Infeksi nCoV
5. Dr.rer.Nat. Marselina Irasonia Tan Respon Imun Terhadap Virus
6. Prof. Dr. Pingkan Aditiawati PenCegahan virUs novel corona 2019 (ncov-2019)

Berita Terkait

EnglishIndonesia