Tim PPM ITB Membantu Pengembangan Integrated Farming dan Pelatihan Budidaya Jamur Tiram di Desa Candrajaya dan Pasirluyu Majalengka

MAJALENGKA, SITH.ITB.AC.ID – Dalam melaksanakan program pengabdian pada masyarakat, Tim PPM ITB yang terdiri dari Dr. Aos (ketua Tim), Dr. Mia Rosmiati, Dr. Rijanti Rahaju Maulani dan Dr. Rika Alfianny telah melaksanakan beberapa kegiatan di Desa Candrajaya dan Desa Pasirayu Kabupaten Majalengka. Ruang lingkup kegiatan PPM ini adalah membantu  meningkatkan kapasitas dan manajemen usaha kelompok tani serta pengembangan usaha BUMDES. Selain itu, sesuai aspirasi dari kepala desa bersama tokoh masyarakat, Tim PPM  membantu membuat konsep lanskap integrated farming  di Desa Candrajaya.  Komponen pada integrated farming tersebut meliputi usaha peternakan (lele, domba, burung puyuh) dan budidaya anggur, sarana pendukung untuk pemasaran produk unggulan local termasuk ubi ungu dan pupuk organic serta sarana pendukung lainnya.  Konsep lanskap integrated farming tersebut disusun dengan tema Agrowisata Candrajaya “Surga di kaki Gunung Ciremai”.  Dengan terbentuknya lokasi agrowisata berbasis integrated farming ini diharapkan dapat menjadi tempat pemasaran produk lokal dan meningkatkan lapangan kerja baru termasuk pengembangan usaha BUMDES.

Untuk memperluas bidang usaha dan meningkatkan kemampuan dalam pemanfaatan sumberdaya lokal lainnya termasuk potensi pengembangan usaha bagi karang taruna  di Desa Candarajaya dan Pasirayu, Tim PPM juga telah memberikan pelatihan budidaya jamur tiram, terutama untuk pembuatan F0 jamur tiram mulai persiapan, tahapan pelaksanaan pembuatan FO jamur tiram, sampai dengan penanganan hasil FO sebelum digunakan untuk kegiatan budidaya jamur. Masing-masing peserta pelatihan di harapkan dapat meyebarkan pengetahuan dan keterampilannya kepada anggota lainnya dan mengaplikasikan materi pelatihan ini dalam aktivitas rutin  karang taruna.

 

Berita Terkait

EnglishIndonesia