Dosen SITH ITB Terima Penghargaan Dies Natalis ITB KE-67

Dian Rosleine, S.Si., M.Si., Ph.D.
Bandung, sith.itb.ac.id – Empat dosen dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB) menerima penghargaan dalam rangka perayaan Dies Natalis ke-67 Institut Teknologi Bandung. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Rektor ITB, Prof. Dr. Tatacipta Dirgantara, M.T. sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dosen dalam berbagai bidang tridharma perguruan tinggi, meliputi pengajaran, riset inovasi, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan institusi.
Adapun dosen SITH yang menerima penghargaan pada tahun ini adalah Dian Rosleine, S.Si., M.Si., Ph.D. pada bidang pengajaran, Intan Taufik, S.Si., M.Si., Ph.D. pada bidang riset inovasi, Dr. Lulu Lusianti Fitri, M.Sc. pada bidang pengabdian kepada masyarakat, serta Dr. Ir. Endang Hernawan, M.T., M.Si. pada bidang pengembangan institusi.
Penghargaan di bidang pengajaran yang diterima oleh Dr. Dian Rosleine diberikan berdasarkan berbagai indikator penilaian, salah satunya adalah hasil kuesioner mahasiswa terhadap proses pembelajaran. Menurutnya, umpan balik mahasiswa menjadi salah satu aspek penting dalam menilai efektivitas kegiatan belajar mengajar yang berlangsung di kelas. Dalam praktik pengajarannya, Dr. Dian menekankan pentingnya pengalaman belajar yang bersifat langsung, khususnya melalui kegiatan praktikum di lapangan. Ia menyampaikan bahwa banyak mata kuliah yang diampunya melibatkan kegiatan pembelajaran di luar kelas, sehingga mahasiswa dapat mengamati objek kajian secara langsung.
“Pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman di lapangan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada mahasiswa. Dengan terlibat langsung dalam kegiatan praktikum, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep secara teoritis di kelas, tetapi juga dapat melihat penerapannya secara nyata di lapangan,” ujarnya.
Melalui pendekatan ini, Dr. Dian berharap mahasiswa tidak hanya memahami materi secara konseptual, tetapi juga memperoleh pengalaman akademik yang lebih komprehensif. Pembelajaran yang menggabungkan teori dan praktik dinilai menjadi salah satu cara untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap bidang ilmu yang mereka pelajari.
Penghargaan yang diberikan pada Dies Natalis Institut Teknologi Bandung (ITB) ini diharapkan dapat terus mendorong dosen untuk mengembangkan inovasi dalam kegiatan tridharma perguruan tinggi serta memberikan kontribusi yang lebih luas bagi pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan masyarakat.

Dr. Lulu Lusianti Fitri, M.Sc.

Intan Taufik, S.Si., M.Si., Ph.D.
Sementara itu, pada bidang riset dan inovasi, Dr. Intan Taufik mengungkapkan bahwa penghargaan yang diraihnya terasa sangat bermakna bagi seluruh tim peneliti, mahasiswa, dan para petani kopi yang telah berjuang bersama. Menurutnya, tanpa kerja keras di lapangan dan kepercayaan petani untuk mencoba teknologi baru, pencapaian tersebut tidak akan memiliki arti. Lebih dari sekadar rasa bangga, beliau justru merasa semakin bertanggung jawab mengingat kekayaan mikroba lokal indonesia belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk kesejatteraan masyarakat di saat para petani dan pelaku hulu masih terus berjuang.
Ke depannya, Dr. Intan bersama tim berkomitmen untuk terus mendorong dua hal utama. Pertama, menjaga ketahanan pangan dengan memulihkan lahan pertanian yang rusak menggunakan mikroba lokal. Kedua, mewujudkan kemandirian riset Indonesia dengan memproduksi enzim penting di dalam negeri untuk kebutuhan laboratorium dan medis, sehingga tidak bergantung pada impor. Ia berharap upaya ini dapat membantu Indonesia lebih mandiri secara ilmu pengetahuan.

Dr. Ir. Endang Hernawan, M.T., M.Si.
Kontributor : Trinitaty Bulan M Hutabarat – Biomanajemen (21325017) & Aura Salsabila Alviona (Bioteknologi, 2025)
Editor: AKH