SITH ITB Rayakan Panen Raya di Haurngombong: Wujudkan Ketahanan Pangan Melalui Teknologi Pertanian Modern
Sumedang, sith.itb.ac.id – Penantian selama enam bulan akhirnya berbuah manis. Tepat pada Selasa (02/12/2025), tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB merayakan keberhasilan panen perdana di Kebun Pendidikan Haurngombong, Sumedang. Momen panen ini menjadi puncak dari program penguatan ketahanan pangan Jawa Barat yang telah diinisiasi sejak Juli 2025 melalui penerapan teknologi pertanian modern.

Hasil Nyata: Panen Bawang Merah dan Jagung Manis
Dalam kegiatan tersebut, tim berhasil memanen dua komoditas unggulan, yaitu bawang merah dan jagung manis. Kedua komoditas ini tumbuh optimal berkat penerapan teknologi pertanian presisi yang dikawal langsung oleh para pakar.
Menariknya, hasil panen ini tidak hanya menjadi data riset, tetapi juga memberikan manfaat sosial langsung. Sebagian besar hasil panen disumbangkan kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial. Ketua tim pelaksana, Dr. Dadang Sumardi, menjelaskan bahwa program dengan skema top-down ini dirancang untuk mendukung kedaulatan pangan daerah. Beliau menekankan bahwa integrasi teknologi tepat guna mampu mendongkrak produktivitas lahan secara signifikan.
Sinergi Enam Pakar SITH ITB
Keberhasilan di lapangan ini merupakan buah kolaborasi dari enam PIC yang membawa keahlian masing-masing ke Haurngombong:
- Dadang Sumardi: Memimpin aplikasi pupuk hayati untuk nutrisi tanaman yang lebih berkelanjutan.
- Rizkita: Mengelola sistem irigasi tetes khusus untuk tanaman buah
- Karlia Meitha & Dr. Popi Septiani: Bertanggung jawab atas pengelolaan teknologi hidroponik dan irigasi tetes untuk tanaman sayuran.
- Husna: Mengawal aspek diseminasi teknologi agar inovasi ini dapat dipahami oleh masyarakat umum.
- Eri Mustari: Memimpin pelatihan teknis bagi personel TNI (Babinsa) untuk memastikan teknologi ini dapat diduplikasi secara mandiri di berbagai wilayah.
Langkah Strategis ke Depan
Meski saat ini pendanaan utama bersumber dari DPMK (Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat dan Layanan Kepakaran) ITB, tim Pengmas juga menjalankan program pelestarian sumber daya genetik yang didukung oleh SITH di bawah koordinasi Dr. Popi Septiani.
Ke depannya, Dr. Dadang Sumardi merencanakan rotasi komoditas ke tanaman sayuran lain seperti tomat dan cabai, menyesuaikan dengan pergantian musim dan dukungan dana. Selain itu, tim mulai menjajaki potensi hilirisasi produk agar riset dosen SITH tidak berhenti di lahan pertanian saja, tetapi dapat bertransformasi menjadi produk bernilai tambah yang mampu menjadi motor penggerak ketahanan pangan yang berkelanjutan di Jawa Barat.
Reporter: Aura Salsabila Alviona (Bioteknologi, 2025)
Editor: AKH