Enter your keyword

Pengabdian Masyarakat KK ATB SITH ITB Dorong Pertanian Regeneratif Melalui Pemanfaatan Tegakan Pinus di Sumedang

Pengabdian Masyarakat KK ATB SITH ITB Dorong Pertanian Regeneratif Melalui Pemanfaatan Tegakan Pinus di Sumedang

Tim dosen KK ATB SITH ITB berfoto bersama di lokasi sebelum kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Narimbang–Congeang, Sumedang, dalam program PPMI SITH 2025 (17/05/2025)

Sumedang, sith.itb.ac.id –  Kelompok Keahlian Agroteknologi dan Teknologi Bioproduk (KK ATB) Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB) telah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tahap ke-2 melalui program PPMI (Program Pengabdian Masyarakat Internal) SITH ITB tahun 2025 pada Sabtu (20/12/2025), di Desa Narimbang-Conggeang, Kabupaten Sumedang. Sebelumnya, kegiatan pengabdian kepada

Tim dosen KK ATB dan petani Desa Narimbang–Congeang mempraktikkan penyiapan lahan dan penyemaian benih kopi dalam kegiatan pengabdian masyarakat PPMI SITH ITB 2025 (17/05/2025)

masyarakat ke-1 telah dilaksanakan pada (17/5/2025) di lokasi yang sama sebagai tahap awal pelaksanaan program. Kegiatan ini mengusung tema “Pengembangan Pertanian Regeneratif melalui Pemanfaatan Tegakan Pohon di Kelompok Tani Sekitar Hutan”, yaitu kelompok tani Olah Jagad. Program ini bertujuan untuk mendorong adopsi sistem pertanian berkelanjutan yang berbasis pada pemanfaatan tegakan pohon di sekitar kawasan hutan desa.

Rangkaian kegiatan PPMI yang dilaksanakan sejak April hingga Desember 2025, mencakup tahapan identifikasi lahan, penyiapan benih, persemaian, pemindahan bibit dari prenursery ke main nursery dan lahan tanam, hingga pemeliharaan tanaman. Penanaman dilakukan di lahan milik Perhutani seluas kurang lebih 40.000 m² yang dikelola bersama kelompok tani di wilayah Desa Narimbang. Ke depannya, program ini diarahkan pada pengembangan penyediaan pupuk hayati, pengatur tumbuh, serta pestisida berbasis bahan lokal, pengelolaan panen dan pascapanen, pengolahan kopi, penguatan manajemen kelompok tani, serta seleksi varietas kopi yang adaptif guna meningkatkan mutu produk kopi khas wilayah bagian timur Gunung Tampomas yang dikelola oleh masyarakat sekitar hutan.

Pelatihan pembuatan pupuk organik dari bahan alami lokal bersama petani Desa Narimbang–Congeang (17/05/2025)

Pendekatan pertanian regeneratif yang diterapkan menitikberatkan pada pemulihan kualitas tanah, peningkatan keanekaragaman hayati, serta penguatan ekosistem lokal. Di Desa Narimbang, Conggeang, tegakan pinus yang telah berkembang secara produktif dimanfaatkan dalam sistem agroforestri untuk budidaya kopi Arabika, meliputi varietas Gayo I, Gayo III, dan Ateng Super Jumbo. Sebanyak 4.000 benih kopi disiapkan untuk ditanam di lahan Perhutani yang dikelola bersama kelompok tani. Persemaian dilakukan di sekitar lokasi penanaman agar bibit kopi mampu beradaptasi sejak tahap awal pertumbuhan.

Kegiatan inti pengabdian meliputi dua agenda utama, yaitu pemanfaatan tegakan pinus untuk budidaya kopi Arabika dan pelatihan pembuatan pupuk organik terfermentasi berbahan baku lokal. Pada agenda pertama, tim memberikan pendampingan dan praktik langsung terkait teknik penyemaian benih kopi yang sehat hingga siap tanam. Sementara itu, pada agenda kedua, petani dilatih memproduksi pupuk organik dari bahan-bahan yang tersedia di sekitar desa, seperti limbah hijauan, kotoran ternak, dan sumber mikroorganisme lokal, guna meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman secara berkelanjutan.

Tim dosen dan peneliti yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas Ujang Dinar Husyari, M.P., (Ketua Kegiatan), Prof.

Foto bersama Tim dosen KK ATB dan para petani setelah kegiatan penyemaian benih kopi pada kegiatan PPMI ke-1 SITH ITB 2025 di Desa Narimbang–Congeang (17/05/2025)

Agus Dana Permana, Dr. Muhammad Yusuf Abduh (Ketua KK ATB), Dr. Aep Supriyadi, Dr. Rijanti Rahayu Maulani, Dr. Nita Yuniati,  Dr. Asep Hidayat, Dr. Rika Alfianny, Rizki Fauziah Ramadhani M.Si., Dr. Chindy Ulima Zanetta, Dr. Indrawan Cahyo Adilaksono, dan Ahim Ruswandi, M.P.  Para dosen ini terlibat dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga diskusi tindak lanjut bersama kelompok tani mitra.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan memberikan dampak positif bagi kelompok tani dan lingkungan sekitar. Melalui pendekatan pertanian regeneratif dan pemanfaatan tegakan pohon, program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga keberlanjutan ekosistem hutan. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Kegiatan, Ujang Dinar Husyari, S.P., M.P. “Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas kelompok tani dalam mengelola lahan hutan secara produktif dan berkelanjutan. Selain itu, pemanfaatan tegakan pohon untuk budidaya kopi juga berpotensi meningkatkan pendapatan petani, memperkuat ketahanan pangan lokal, serta menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar kawasan hutan. Pendekatan ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi SITH ITB dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam hal pengentasan kemiskinan, produksi pangan berkelanjutan, dan pelestarian lingkungan hidup,” ujarnya.

. Lahan Persemaian dan Pindah Tanam ke Main Nursery Bersama Siswa SMK PPN Tanjungsari dan Kelompok Tani ”Olah Jagad” (20/12/2025)

Melalui sinergi antara keilmuan, teknologi hayati, dan partisipasi masyarakat, kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan menjadi model replikasi bagi wilayah lain yang memiliki karakteristik serupa, serta memperkuat peran perguruan tinggi dan sekolah kejuruan dalam pembangunan desa berbasis ekologi dan ekonomi kerakyatan.

Kontributor: Rini Berliani (Biologi 2025)

Editor: Nita Yuniati

X