Dipenuhi Sampah, Mahasiswa Pascasarjana SITH Rancang Strategi Restorasi Sungai Cisurupan

SITH.ITB.AC.ID – SUMEDANG, Mahasiswa Pascasarjana S2 SITH ITB yang mengontrak mata kuliah Restorasi Hutan melakukan kuliah lapangan di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Hutan Pendidikan ITB Gunung Geulis. Topik kulap adalah Rancangan Restorasi Kawasan Sungai Cisurupan, salah satu sungai yang berhulu di dalam KHDTK Gunung Geulis, di sisi selatan. Sungai ini mengalir ke wilayah Desa Sawahdadap Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang, hingga ke bagian belakang pabrik Kahatex. Tujuan dari kulap adalah berlatih membuat rancangan restorasi kawasan sungai yang berhulu di kawasan hutan. Kulap tersebut dilaksanakan selama satu bulan dalam lima kali kunjungan lapangan. Kunjungan pertama melakukan observasi kondisi umum Sungai Cisurupan. Kunjungan kedua melakukan penilaian tingkat (level) degradasi Daerah Tangkapan Air (DTA) di bagian tengah dan hulu Sungai Cisurupan. Kunjungan ketiga melakukan survey persepsi masyarakat sekitar terhadap upaya restorasi Sungai Cisurupan. Kunjungan keempat melakukan ekspose hasil rancangan restorasi Sungai Cisurupan, dan kunjungan kelima melakukan observasi dan penanaman pohon di puncak Gunung Geulis.

Tumpukan sampah di hilir Sungai Cisurupan

Hasil observasi lapangan menunjukkan bahwa Sungai Cisurupan di bagian hilir dipenuhi dengan sampah. Masyarakat sudah terbiasa membuang sampah ke sungai.  Berdasarkan hasil penilaian level degradasi dengan menggunakan metode Rapid Site Assessment (Elliot, 2013), diketahui bahwa level degradasi kawasan DTA Sungai Cisurupan termasuk ke dalam kategeri sedang.  Hasil survey tanggapan masyarakat terhadap upaya restorasi Sungai Cisurupan menunjukkan bahwa  95% warga masyarakat menyatakan setuju.

Kondisi DTA bagian hulu (kiri) dan bagian tengah (kanan)

Kagiatan ekspose hasil rancangan restorasi Sungai Cisurupan diselenggarakan pada hari Jumat tanggal 4 Mei 2018 bertempat di ruang rapat balai Desa Sawahdadap. Acara ekspose dimulai dengan sambutan dari dosen pengampu mata kuliah Restorasi Hutan, Dr. Yayat Hidayat dan sambutan dari Kepala Desa Sawahdadap, Bapak U. Suganda. Setelah sambutan dilakukan pemberian cinderamata dari SITH kepada Kepala Desa dan LMDH Sawahdadap, Bapak Tardin.

Sambutan dari dosen pengampu mata kuliah Restorasi Hutan dan sambutan Kades Sawahdadap (atas), serta penyerahan cinderamata dari SITH kepada Kades dan Ketua LMDH Sawahdadap (bawah)

Presentasi materi ekspose dibawakan oleh tiga mahasiswa terdiri dari tiga topik, yaitu topik 1: Kajian biofisik kawasan Sungai Cisurupan oleh Zamzam, topik 2: Kajian Persepsi Masyarakat terhadap Upaya Restorasi Sungai Cisurupan, oleh Marini dan topik 3 : Strategi Restorasi Sungai Cisurupan, oleh Yeni.  Acara presentasi materi dimoderatori oleh saudara Akbar dan bertindak sebagai pembawa acara saudari Nadine.

 

 

 

 

Penyaji materi ekspose (kiri) dan audiens (kanan)

Kegiatan kulap diakhiri dengan kegiatan observasi dan penanaman pohon di puncak Gunung Geulis pada hari Sabtu, tanggal 5 Mei 2018.  Pendakian ke puncak Gunung Geulis ditempuh melalui jalur Desa Jatiroke. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa S2 yang mengontrak mata kuliah Restorasi Hutan, asisten Teknik Silvikultur mahasiswa prodi Rekayasa Kehutanan dan Forum Komunikasi Gunung Geulis yang diketuai Bapak Saepudin. Di puncak Gunung Geulis dilakukan penanaman beberapa jenis pohon dan diakhiri dengan  makan siang bersama dengan menyantap  nasi liwet.

Kegiatan penanaman di puncak Gunung Geulis

Foto bersama di puncak tertinggi Gunung Geulis

Rame-rame bersantap nasi liwet di puncak Gunung Geulis

 

 

Berita Terkait

IndonesiaEnglish