Adaptasi Serangga dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Manusia

(Publikasi Prof. Intan Ahmad, MGB-ITB, 2011).

Serangga ada dimana-mana. Ini suatu pernyataan yang benar, karena dengan cara perhitungan apapun, baik dari segi jenis maupun jumlah, dari semua hewan dan tumbuhan yang ada di bumi ini, lebih dari 60%-nya adalah kelompok serangga, yaitu hewan berkaki enam. Sampai saat ini lebih dari satu juta spesies serangga sudah dikenal, tetapi tidak seorang pun tahu atau akan tahu berapa jumlah sebenarnya yang ada di bumi, masih jutaan jenis serangga yang belum dikenal, terutama serangga dari daerah tropis. Berdasarkan data keragaman global pada tahun 1990-an, para peneliti memperkirakan jumlah spesies serangga berkisar antara 5-10 juta (Gaston, 1992).

Sebagai organisme yang paling banyak jumlahnya di bumi, tidaklah mengherankan bahwa serangga dapat ditemukan di hampir semua bagian bumi, bahkan di tempat yang semula dipekirakan tidak ada serangga yaitu salju di benua Antartika, mata air panas di Amerika, di dalam berbagai sumur minyak, bahkan di dalam usus kuda (Berenbaum 1995). Hanya satu tempat dimana serangga tidak dapat ditemukan yaitu di dalam air laut.

Selengkapnya : disini

Berita Terkait

IndonesiaEnglish