KK Manajemen Sumberdaya Hayati Adakan Workshop Pengenalan Drone untuk Pengelolaan Hutan

Penulis : Selly Surya, ST
Dokumentasi : Panitia Workshop Pengenalan Drone untuk Pengelolaan Hutan

JATINANGOR, SITH.ITB.AC.ID – Drone atau Pesawat Udara Tanpa Awak telah banyak dimanfaatkan oleh berbagai bidang, termasuk bidang kehutanan. Pemanfaatannya dapat diterapkan pada berbagai proses pengelolaan hutan dari hulu hingga hilir. Sebagai bentuk pengenalan manfaat drone di era revolusi industri 4.0, khususnya di bidang kehutanan, KK Manajemen Sumberdaya Hayati ITB menyelanggarakan workshop yang bertema “Pengenalan Drone untuk Pengelolaan Hutan”. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 9 Oktober 2019 di Labtek VA (Gedung Rekayasa Kehutanan) ITB Kampus Jatinangor. Para peserta yang menghadiri kegiatan ini merupakan perwakilan dari berbagai instansi, seperti Balai Pemantapan Kawasan Hutan, Dinas Lingkungan Hidup, Perum Perhutani, Universitas Sumatera Utara, Universitas Nusa Bangsa, termasuk dari luar sektor kehutanan, yaitu Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi. Para peserta berasal dari berbagai wilayah nusantara, mulai dari Banda Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, Kalimantan Selatan hingga Papua Barat.

Sesi awal workshop dilakukan dalam bentuk diskusi panel dengan topik pengenalan drone, regulasi dalam pengoperasian drone, dan prinsip dasar interpretasi foto udara. Pemaparan materi mengenai pengenalan drone untuk mendukung Precision Forestry di era industri 4.0 disampaikan oleh Dr. Hikmat Ramdan, salah satu dosen mata kuliah Remote Sensing & GIS pada program studi Rekayasa Kehutanan SITH ITB. Beliau memperkenalkan kepada peserta sejarah perkembangan drone, berbagai kelebihan dan kekurangan drone, dan contoh aplikasi drone di kehutanan. Materi mengenai prinsip-prinsip dasar interpretasi foto udara disampaikan oleh Dr. Endang Hernawan, dosen program studi Rekayasa Kehutanan yang merupakan lulusan dari Magister Teknik Geodesi ITB. Selain dosen SITH ITB, hadir pula Dr. M Akbar Marwan, ketua Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI). Beliau menyampaikan materi mengenai regulai pengoperasian drone di Indonesia. Pada sesi ini juga disampaikan mengenai pemanfaatan drone di kehutanan yang telah dilakukan oleh SITH ITB, yang terdiri dari drone untuk pemetaan, pemantauan kesehatan tanaman, pendugaan potensi simpanan karbon, dan pendugaan nilai erosi untuk kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan.

Pada sesi selanjutnya, peserta diajak untuk melihat praktek penerbangan drone dan pemetaan menggunakan drone. Kegiatan ini dilangsungkan di lapangan bola ITB Kampus Jatinangor. Beberapa peserta juga ikut mencoba untuk menerbangkan drone. Selanjutnya peserta kembali ke dalam ruangan dan mencoba membuat misi penerbangan untuk pemetaan. Pembuatan misi penerbangan dilakukan dengan aplikasi DroneDeploy. Setelah itu, peserta dipandu untuk memulai praktek pengolahan foto udara. Pengolahan foto udara dilakukan untuk menghasilkan berbagai data yang dapat digunakan dalam pengelolaan hutan, seperti ortofoto, model 3D, dan model ketinggian (Digital Terrain Model dan Digital Surface Model). Data-data ini nantinya dapat diolah lebih lanjut sehingga dapat menghasilkan peta tutupan lahan, peta kontur, dan perancangan lanskap menggunakan model tiga dimensi.

Workshop ditutup dengan pemberian sertifikat oleh Dr. Hikmat Ramdan sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Beliau menyampaikan bahwa workshop ini merupakan kegiatan awal yang nantinya akan dilanjutkan dengan pelatihan-pelatihan lainnya. Workshop ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para stakeholder dalam mengelola ekosistem hutan Indonesia.

Berita Terkait

IndonesiaEnglish