Kunjungan Perwakilan Osaka University ke Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati

Penulis : Adani Nurfathurahmi, S.Si, M.Si

SITH.ITB.AC.ID, BANDUNG – Pada hari Senin, 5 Maret 2018, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati menerima kunjungan dari salah satu Universitas di Jepang, yaitu Osaka University. Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, selaku Dekan Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati menyambut baik kedatangan perwakilan staff pengajar Osaka University, yang dipimpin oleh Prof. Kazuhito Fujiyama dan disertai oleh Prof. Susumu Uchiyama serta Dr. Sastia Prama Putri. Terdapat lima agenda utama dalam kunjungan perwakilan staff pengajar Osaka University ini. Pertama, penjajagan International Joint Program antara Osaka University dengan Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati yang berkaitan dengan perkuliahan joint program untuk program Magister Bioteknologi dan program Double Degree. Kedua, penandatanganan Cotutelle Agreement untuk tiga orang mahasiswa magister bioteknologi ITB yang saat ini sedang mengikuti

Double Degree Program di Osaka University, Jepang. Ketiga, wawancara dengan dua orang calon mahasiswa Double Degree Program untuk periode tahun ajaran 2018/2019. Keempat, persiapan dan instalasi dua buah alat baru di SITH (sistem telekonferensi dan alat freeze dryer) yang berkaitan dengan International Joint Program. Kelima, kuliah tamu yang diberikan oleh Prof. Susumu Uchiyama yang berjudul “Biophysical Characterization of Proteins for Biotechnology”.

Kuliah tamu ini utamanya membahas tentang efek terbentuknya agregat protein terhadap kualitas produk dalam bidang bioteknologi, misalnya dalam pembuatan vaksin atau produk farmasetika. Proses produksi, penyimpanan, dan pengiriman protein therapeutic melibatkan banyak tahapan yang dapat memicu terbentuknya agregat protein yang dapat mempengaruhi kualitas produk, misalnya gerakan rotasi dan vibrasi (getaran) selama proses pengiriman yang dapat memicu kondisi stress pada protein. Pembentukan agregat protein diketahui dapat memicu respon imun dalam tubuh. Untuk menangani hal tersebut, terdapat beberapa strategi yang dapat dilakukan, misalnya optimasi formula untuk mereduksi pembentukan agregat protein, penggunaan prefillable syringe (PFS) yang bebas minyak silikon (silicon-oil free/SOF) dengan sistem penyimpanan yang dapat mereduksi pembentukan agregat dan oksidasi protein, serta meminimalkan kesalahan penanganan (mishandling) produk farmasetika di instansi kesehatan maupun oleh pasien itu sendiri.

Berita Terkait

IndonesiaEnglish