ITB menjalin kerja sama tridharma perguruan tinggi dengan perum perhutani dalam rangka menghasilkan model pengelolaan hutan yang optimal sesuai fungsinya

Pada hari Kamis tanggal 19 Mei 2016, Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi DEA bersama Direktur Utama Perum Perhutani Dr. Ir. Mustoha Iskandar SH, MDM telah menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (Memorandum of Understanding) antara Perum Perhutani dengan Institut Teknologi Bandung, di Ruang Rapim A gedung Rektorat ITB. Acara penandatanganan Kesepahaman Bersama tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor bidang Administrasi Umum, Alumni dan Komunikasi Dr Miming Miharja ST.MSc.Engg, para dosen SITH serta Kepala Divisi Regional Perum Perhutani Jabar dan Banten Ellan Barlian beserta jajarannya.

Kesepaham Bersama tersebut merupakan pedoman (payung) untuk pelaksanaan kerja sama lebih lanjut dan lebih rinci dari para pihak, yang akan dituangkan di dalam suatu Perjanjian Kerja Sama, terutama dalam pengelolaan hutan yang optimal sesuai fungsinya.

Dalam sambutannya Dr. Ir. Mustoha Iskandar mengatakan bahwa ruang lingkup kerja sama ini meliputi : (1) Pengembangan sumber daya manusia yang profesional dalam pengelolaan hutan lestari melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan; (2) Pengembangan dan peningkatan potensi sumber daya alam hutan melalui penyelenggaraan penelitian dan pengembangan ilmu, teknologi dan rekayasa hutan dan hasil hutan; (3) Perencanaan dan pembangunan hutan yang produktif, kompetitif, efisien, sehat dan lestari melalui kegiatan konsultasi, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Beliau mengharapkan agar kerja sama ini tidak berhenti sampai penadatanganan Kesepakatan Bersama tetapi harus segera ditindaklanjuti dengan kegiatan operasionalnya yang dirumuskan melali Perjanjian Kerja Sama (PKS). Dalam kesempatan itu beliau memerintahkan Kepala Divisi Regional Perhutani Jabar dan Banten Ellan Barlian agar merumuskan konsep kerja samanya bersama-sama tim ITB paling lambat satu bulan setelah Kesepahaman Bersama ini ditanda tangani.

Menyinggung masalah kerja sama Pengelolaan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Gunung Geulis untuk Hutan Pendidikan ITB, Dr. Ir. Mustoha Iskandar berharap agar KHDTK Gunung Geulis dapat dimanfaatkan untuk (1) digunakan sebagai laboratorium eksperimentasi untuk pendidikan dan penelitian mahasiswa, (2) menghasilkan model Pengelolaan Hutan Lindung dan Kawasan Lindung yang lestari dan memberikan daya dukung bagi kawasan di sekitarnya, (3) menghasilkan model unit manajemen yang memiliki Hutan lindung dan Kawasan Lindung yang menghasilkan produktivitas yang tinggi sesuai dengan fungsinya terutama dalam pengelolaan Hutan Lindung di P Jawa. Berkaitan dengan hal itu, Beliau menharap segera membentuk Tim gabungan ITB dan Perhutani untuk bersama sama menyusun Rencana Pengelolaan KHDTK Gunung Geulis tersebut.

Pada giliran sambutannya Rektor ITB menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada Direktur Utama Perhutani beserta jajarannya, yang sudah bersedia menjalin kerja sama dengan ITB. Menurut Rektor ITB Prof. Dr. Ir Kadarsah Suryadi bahwa tanah hutan tetap jumlahnya sementara pemanfaatannya terus bertambah. Ketika pemanfaatan terus bertambah tanpa ada rekayasa produktivitas, maka kita akan mengalami kepunahan. Beruntung ITB punya para pakar bidang kehutanan yang ahli di bidangnya dan memiliki komitmen yang tinggi. ITB memiliki program studi baru, yaitu Prodi Rekayasa Kehutanan yang memiliki SDM professional, siap melakukan kerja sama untuk mengoptimalkan hutan yang harus dilindungi. ITB akan segera membentuk tim untuk bergabung dengan tim Perhutani untuk menyusun Rencana Pengelolaan KHDTK Gunung Geulis.

Berita Terkait

IndonesiaEnglish