SITH ITB Terlibat Aktif dalam Program Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Sumatera Utara

Tanjung Pura, sith.itb.ac.id – Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB) berperan aktif dalam pelaksanaan Program Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera Utara yang diselenggarakan melalui Pengabdian kepada Masyarakat DIKTISAINTEK pada Desember 2025 hingga Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari respons cepat perguruan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi yang berdampak pada sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Melalui keterlibatan dosen dan sivitas akademika, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) berkontribusi dalam tim multidisiplin Institut Teknologi Bandung (ITB) yang bergerak di sektor kesehatan lingkungan, sanitasi, air bersih, dan pemulihan kondisi masyarakat pascabencana. Peran ini sejalan dengan kompetensi Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) dalam pengelolaan sumber daya hayati, lingkungan, dan kesehatan berbasis ekosistem.

Dalam pelaksanaannya di Provinsi Sumatera Utara, tim Institut Teknologi Bandung (ITB) memusatkan kegiatan di Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, dengan konsentrasi penanganan pada empat sektor utama, yaitu sanitasi dan air bersih, kesehatan dan gizi, mitigasi bencana, serta psikososial. Kondisi lapangan menunjukkan fasilitas sanitasi pengungsian tidak berfungsi akibat ketiadaan air bersih dan sumur warga terkontaminasi lumpur dan polutan, yang memicu lonjakan kasus penyakit kulit. Selain itu, keterbatasan layanan kesehatan, ketiadaan sistem peringatan dini banjir, serta dampak trauma pada anak-anak menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan kegiatan tanggap bencana ini.

Sebagai tindak lanjut dari hasil asesmen dan koordinasi lapangan, tim Institut Teknologi Bandung (ITB) menyalurkan bantuan berupa Instalasi Penjernih Air (IPA) untuk mendukung penyediaan air bersih, pemasangan Automatic Water Level Recorder (AWLR) sebagai bagian dari penguatan sistem pemantauan muka air, serta distribusi hygiene kits kepada masyarakat terdampak. Penyerahan bantuan dilakukan secara resmi melalui Berita Acara Serah Terima dengan Camat Tanjung Pura dan Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara.
Keterlibatan Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) dalam kegiatan ini menegaskan peran institusi pendidikan tinggi dalam mengintegrasikan keilmuan hayati, lingkungan, dan kesehatan masyarakat untuk penanganan bencana yang tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga mendukung proses pemulihan dan ketahanan masyarakat dalam jangka menengah dan panjang.
Kontributor: Trinitaty Bulan M Hutabarat, 21325017 (Biomanajemen)
Editor: I Dewa M. Kresna