Dua Program Studi di SITH ITB Berhasil Meraih Akreditasi IABEE
Bandung, sith.itb.ac.id — Dua program studi jenjang sarjana di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil meraih predikat terakreditasi dari Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE). Kedua program studi tersebut adalah Rekayasa Pertanian dan Teknologi Pasca Panen.
Proses akreditasi IABEE sudah dimulai secara internal sejak Januari 2025 hingga Januari 2026. Adapun pengumuman akreditasi disampaikan pada tanggal 31 Maret 2026 dan berlaku selama 5 tahun, yaitu hingga 31 Maret 2031. Proses akreditasi internasional yang dilalui kedua program studi ini cukup panjang dan sistematis. Tahapan dimulai dari evaluasi internal program studi, menyusun dokumen akreditasi atau self assessment report, hingga penilaian oleh asesor.
Pencapaian ini tentu memberikan dampak positif bagi mahasiswa, baik selama masa studi maupun setelah lulus. Saat kuliah, mahasiswa akan semakin percaya diri karena belajar di program studi yang kualitasnya diakui secara internasional. Ini juga memperkuat posisi program studi dalam membangun kerja sama akademik, baik dengan perguruan tinggi, institusi riset, maupun mitra industri di tingkat internasional. Bagi lulusan, akreditasi internasional menjadi nilai tambah yang menunjukkan bahwa proses pendidikan yang mereka tempuh telah memenuhi standar mutu yang diakui secara global. Hal ini dapat memperkuat daya saing lulusan, baik untuk melanjutkan studi, memasuki dunia kerja, maupun terlibat dalam jejaring profesional internasional.
Anriansyah Renggaman, S.Si., M.Sc., Ph.D. selaku ketua Program Studi Rekayasa Pertanian mengaku bahwa pencapaian ini menjadi sesuatu yang membanggakan sekaligus menjadi amanah yang harus dijaga. Bagi beliau, proses ini mengingatkan bahwa mutu pendidikan adalah hasil kerja kolektif dan komitmen jangka panjang, bukan sesuatu yang bisa dicapai secara instan. Dr. Anriansyah juga berharap semoga capaian ini dapat semakin memotivasi seluruh sivitas akademika Program Studi Rekayasa Pertanian untuk terus berkembang, berinovasi, dan menjaga budaya mutu dalam setiap aspek penyelenggaraan pendidikan.
“Mari kita jadikan pencapaian ini bukan sebagai titik akhir, tetapi sebagai pijakan untuk melangkah lebih jauh, memperkuat kontribusi program studi dalam menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pertanian masa depan, baik di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.
Dr. Yoyo Suhaya, S.Hut., M.Si. selaku ketua Program Studi Teknologi Pasca Panen mengungkapkan rasa bangganya terhadap pencapaian ini. Sebagai ketua program studi, Dr. Yoyo juga berharap dapat mempertahankan & meningkatkan kualitas Program Studi Teknologi Pasca Panen dalam menjalankan pelayanan akademik sesuai dengan standar penyelenggaraan pendidikan yang ditetapkan IABEE.
“Pencapaian akreditasi IABEE merupakan sesuatu yang membanggakan bagi Program Studi Teknologi Pasca Panen (TPP). Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras tim akreditasi Program Studi TPP yang diketuai oleh Dr. Rijanti Rahaju Maulani, selaku ketua Program Studi TPP sebelumnya dalam menyiapkan proses akreditasi, serta dukungan dari dosen-dosen pengampu dan semua pihak yang terlibat, termasuk tenaga kependidikan, para mahasiswa, himpunan, dan alumni. Beberapa hal yang masih dianggap kurang tentu akan terus kita diperbaiki,” ungkap Dr. Yoyo.
Selamat kepada Program Studi Rekayasa Pertanian dan Teknologi Pasca Panen atas pencapaiannya dalam meraih akreditasi IABEE. Prestasi ini merupakan bukti komitmen dalam menjaga kualitas pendidikan dan meningkatkan standar akademik sesuai dengan kriteria internasional. Semoga ke depan terus menghasilkan inovasi dan lulusan yang berkualitas.
Kontributor: Fauzia Ayu Lestari 21124306 Bioteknologi
Editor: Nita Yuniati