Asean Microbial Biotechnology Conference 2016

SITH-ITB bekerjasama dengan Pusat Penelitian Biosains dan Bioteknologi ITB, Institut Riset BIOTEC (Thailand), Organisasi AnMICRO (ASEAN Network on Microbial Utilization), Organisasi AFOB (Asian Federation of Biotechnology) telah menyelenggarakan konferensi ilmiah ASEAN Microbial Biotechnology 2016 (AMBC2016) bertempat di Sanur Paradise Plaza, Bali, pada tanggal 3-4 Agustus 2016. Acara konferensi ini merupakan hasil inisiasi dari kegiatan konferensi ilmiah yang sebelumnya diadakan pada tahun 2014 di Thailand. Pada tahun 2016, Indonesia melalui SITH-ITB mendapatkan kesempatan sebagai tuan rumah untuk menyelenggarakan konferensi dwi-tahunan tersebut.
Tujuan dari konferensi AMBC2016 ini adalah untuk melakukan diseminasi riset dan teknologi yang berfokus pada pengembangan dan eksploitasi penggunaan mikroba dalam bidang bioteknologi mikroba dan berbagai aplikasinya. Konferensi ilmiah ini juga memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi para peneliti Indonesia untuk melakukan kolaborasi bersama para peneliti di kawasan ASEAN dan kawasan lainnya. Tema besar yang diusung dari konferensi AMBC2016 ini adalah Penyakit Tropis, Energi Terbarukan, dan Pengembangan Produk Maritim berbasis mikroba. Kegiatan ini melibatkan 200 orang peserta yang berasal dari Indonesia dan mancanegara.

Konferensi AMBC2016 diawali dengan sambutan dari Ketua Pelaksana Ir. V. Sri Harjati Suhardi, Ph.D, dilanjutkan dengan sambutan dari Dr. Lily Eurwilachtr (BIOTEC Thailand – AnMICRO), Dekan SITH-ITB Dr. I Nyoman P. Aryantha, dilanjutkan dengan pembukaan secara resmi oleh Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA. Pada kesempatan tersebut, Rektor ITB menyampaikan beberapa harapan terkait pengembangan kolaborasi dan interaksi seluas-luasnya sebagai sarana mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dunia. Beliau juga berharap agar kegiatan seperti ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membangun jejaring penelitian sehingga penelitian-penelitian dapat berkembang secara progresif. Pembukaan kegiatan ditandai dengan pertunjukkan Tari Tradisional dari Bali.
Pada hari pertama, konferensi diisi dengan kuliah pleno yang disampaikan oleh Dr. Biswaruph Mukhopadhyay (Rekayasa Metabolit Mikroba), Prof. Ida Parwati (Penyakit Tropikal Tuberculosis), dan Prof. Ocky Karna Radjasa (Biodiversitas Maritim Indonesia). Masing-masing pembicara menyampaikan materi yang sesuai dengan bidang keahliannya, mulai dari pengetahuan secara umum hingga ilmu-ilmu dasar dan terapan yang dapat diaplikasikan. Setiap materi disampaikan selama 45 menit dan diselingi dengan diskusi pada setiap pergantian materi. Peserta konferensi AMBC2016 mengikuti kegiatan perkuliahan dengan sangat antusias, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul untuk didiskusikan serta keterlibatan sebagian besar peserta dalam diskusi. Setelah kegiatan kuliah pleno, konferensi AMBC2016 dilanjutkan dengan sesi satelit paralel yang terdiri dari beberapa tema besar dan pembicara inti yang dibagi ke dalam beberapa kelompok. Kelompok I (Bioteknologi Pertanian) menghadirkan Dr. Anan Jongkaewwattana dari BIOTEC Thailand, Kelompok II (Bioteknologi Industri dan Bisnis Bioteknologi) menghadirkan Prof. Tim Hirst (Gamma Vaccines Australia dan Universitas Adelaide), Prof. Linawati Hardjito (IPB), dan Dr. Neni Nurainy (PT Biofarma), kemudian Kelompok III (Rekayasa Protein dan Biokatalis) menghadirkan Prof. Teruyuki Nagamune (The University of Tokyo), Prof. Kenji Okano (Osaka University), Dr. Verawat Champreda (BIOTEC Thailand), Prof. Wen-Chien Lee (The National Chung Cheng University), dan Dr. Khomaini Hasan (Pusat Penelitian Biosains dan Bioteknologi ITB).
Pada hari kedua, konferensi diisi dengan kuliah pleno yang disampaikan oleh Prof. Chiaki Imada (Sains dan Teknologi Maritim), Dr. Yuichii Sugai (Microbial Enhanced Oil Recovery), dan Prof. Tjandra Setiadi (Produksi Polimer Biodegradable). Kemudian konferensi AMBC2016 dilanjutkan sesi poster yang dilanjutkan dengan sesi satelit paralel yang terdiri dari beberapa tema besar dan pembicara inti yang dibagi ke dalam beberapa kelompok. Kelompok I (Bioinformatika dan Manajemen Data) menghadirkan Dr. Supawadee Ingsriswang dari BIOTEC Thailand, Kelompok II (Biodiversitas) menghadirkan Dr. Jariya Sakaroj (BIOTEC Thailand), kemudian Kelompok III (Medis dan Farmasetikal) menghadirkan Dr. Chairat Utahipibull (BIOTEC Thailand). Kegiatan ini ditutup dengan pengumuman penghargaan poster terbaik dan kata penutup oleh Dekan SITH ITB, Dr. I Nyoman P. Aryantha. (sumber : Husna Nugrahapraja)