Enter your keyword

SITH ITB Ambil Bagian dalam RI-SING Faculty Immersion Programme di NTU Singapura: Perkuat Jejaring dan Kolaborasi Global di Bidang Hayati

SITH ITB Ambil Bagian dalam RI-SING Faculty Immersion Programme di NTU Singapura: Perkuat Jejaring dan Kolaborasi Global di Bidang Hayati

Dr. Maya Fitriyanti sebagai perwakilan dosen SITH ITB pada program internasional RI-SING Faculty Immersion Programme di Nanyang Technological University (NTU), Singapura.

Bandung, sith.itb.ac.id — Salah satu dosen Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB, Dr. Maya Fitriyanti, ditugaskan mewakili institusi dalam program internasional RI-SING Faculty Immersion Programme yang diselenggarakan di Nanyang Technological University (NTU), Singapura. Penugasan ini berlangsung selama tiga hari penuh, dari tanggal 14 hingga 16 Juli 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja sama strategis RI-SING UN (Republic of Indonesia–Singapore University Network), yang bertujuan memperkuat kolaborasi antara universitas-universitas terkemuka di Indonesia dan Singapura dalam bidang pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia.

Selain Dr. Maya dari SITH, ITB juga mengirimkan lima dosen lainnya dari fakultas berbeda, termasuk SBM, FTI, FTMD, FTSL, dan FITB. Total peserta dalam program ini mencapai 28 dosen dari lima perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, yaitu ITB, UI, UGM, ITS, dan IPB.

Peserta RI-SING UN dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Dr. Maya menyampaikan bahwa tujuan utama dari penugasan ini adalah memperluas jejaring internasional serta memperdalam wawasan keilmuan di bidang food science, food security, agritech, dan sustainability in life and social science. Program ini juga menjadi wadah untuk menjajaki potensi kolaborasi riset dan pendidikan antar institusi.

Selama kegiatan, peserta terlibat dalam berbagai aktivitas seperti kunjungan ke laboratorium, diskusi akademik, dan forum networking dengan para dosen dan peneliti dari NTU. Interaksi yang terjalin diharapkan dapat menjadi landasan awal bagi kerja sama riset lintas negara di masa depan.

Selanjutnya, Dr. Maya menekankan bahwa pengalaman dan ilmu yang diperoleh dari program ini sangat relevan bagi pengembangan keilmuan di SITH, terutama di bidang pasca panen, bioteknologi pangan, ekologi, dan pertanian berkelanjutan. Harapannya, partisipasi ini akan mendorong penguatan kapasitas akademik di lingkungan SITH ITB serta mendukung pencapaian visi institusi sebagai pusat unggulan dalam pengembangan ilmu hayati berbasis bioindustri berkelanjutan.

Reporter : Sulthon Aqil Muhana – (Biomanajemen 21323302)

Editor: JM

X