Enter your keyword

Tim AgraMethane Raih Juara 2 Agricultural Technology Innovation & Creative Competition 2026

Tim AgraMethane Raih Juara 2 Agricultural Technology Innovation & Creative Competition 2026

Bandung, sith.itb.ac.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB). Tim AgraMethane yang terdiri atas Ahmad Arifuddin dan Arif Rizqi Azhari dari Program Studi Rekayasa Pertanian bersama Faruq Naufal Yusuf dari Teknik Kimia Universitas Diponegoro berhasil meraih Juara 2 pada ajang Agricultural Technology Innovation & Creative Competition (ATICC) 2026 yang diselenggarakan oleh Ikatan Profesi Teknologi Pertanian Bogor (IPTPB), IPB University.

ATICC merupakan kompetisi ilmiah tingkat nasional yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menghadirkan gagasan inovatif dalam menjawab tantangan sektor pertanian dan pembangunan berkelanjutan. Pada kompetisi ini, Tim AgraMethane berpartisipasi dalam kategori esai ilmiah dengan mengusung karya berjudul “Agromethane Circular System: Transformasi Limbah Peternakan Menjadi Bio-LNG Portabel Skala Industri sebagai Solusi Aksesibilitas Ketahanan Energi Berkelanjutan.”

Melalui karya tersebut, tim AgraMethane menawarkan konsep pemanfaatan limbah peternakan sapi menjadi biogas yang dikonversi ke fase cair (Bio-LNG) sehingga lebih stabil, mudah disimpan, dan dapat didistribusikan secara portabel. Inovasi ini bertujuan meningkatkan aksesibilitas energi terbarukan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan surplus biogas yang selama ini sering terbuang pada sistem digester skala rumah tangga.

Ide tersebut lahir dari pengalaman lapangan salah satu anggota tim saat menjalani program magang di Lembang. Dalam kunjungan ke peternakan sapi perah yang telah memanfaatkan digester biogas, ditemukan bahwa produksi biogas yang berlebih sering kali tidak dapat dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan sistem penyimpanan dan distribusi. Akibatnya, sebagian energi yang dihasilkan terbuang begitu saja. Berangkat dari permasalahan tersebut, Tim AgraMethane mengembangkan gagasan pengemasan biogas dalam bentuk yang lebih stabil dan portabel agar dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak pengguna.

Latar belakang pengembangan AgroMethane Circular System (ACS) yang mengintegrasikan pemanfaatan limbah peternakan menjadi Bio-LNG portabel

Karya ini juga merupakan pengembangan dari proyek Program Rekayasa Dasar (PRD) yang sebelumnya telah dikerjakan tim dalam bentuk digester biogas sederhana berbasis botol. Melalui pembelajaran yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Rekayasa Pertanian Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB), para mahasiswa memahami bahwa limbah memiliki potensi besar untuk diolah menjadi sumber energi terbarukan yang bernilai tambah. Pemahaman tersebut kemudian menjadi landasan dalam mengembangkan solusi yang tidak hanya berfokus pada produksi energi, tetapi juga pada aspek distribusi dan kebermanfaatannya bagi masyarakat.

Dalam proses penyusunan karya, tim mendapatkan pendampingan dari dosen pembimbing yang mendukung pengembangan ide dan penyempurnaan konsep. Kolaborasi lintas disiplin ilmu antara mahasiswa Rekayasa Pertanian dan Teknik Kimia menjadi salah satu kekuatan utama dalam merancang solusi yang komprehensif, mulai dari aspek teknis produksi hingga pengolahan dan distribusi energi.

Meski demikian, perjalanan menuju prestasi ini tidak lepas dari berbagai tantangan. Perbedaan latar belakang keilmuan serta lokasi kampus yang berbeda menuntut anggota tim untuk mampu menyelaraskan jadwal diskusi dan membangun pemahaman teknis yang sama. Untuk mengatasinya, tim secara rutin mengadakan sesi diskusi dan knowledge sharing sehingga setiap anggota dapat saling memahami bidang keahlian masing-masing dan berkontribusi secara optimal dalam pengembangan karya.

Prestasi yang diraih Tim AgraMethane menunjukkan bagaimana kolaborasi lintas disiplin, kepedulian terhadap permasalahan nyata di masyarakat, serta penerapan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dapat menghasilkan inovasi yang berpotensi mendukung pengembangan energi terbarukan dan ketahanan energi nasional. Keberhasilan ini sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus berkontribusi melalui karya-karya inovatif yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Kontributor : Trinitaty Bulan M Hutabarat – Biomanajemen (21325017)
Editor     : I Dewa M. Kresna

X