Enter your keyword

PPM : Pengolahan Limbah Cair Proses Pascapanen Kopi Menggunakan Metode Mycelial Mat

Bandung, sith.itb.ac.id – Salah satu tim dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB yang terdiri dari Bapak Intan Taufik, Ph.D dan Ibu Ir. V. Sri Harjati Suhardi, Ph.D serta asisten dan mahasiswa Program Studi Mikrobiologi ITB, melaksanakan Program Pengabdian Masyarakat (PPM) dengan judul: “Pengolahan Limbah Cair Proses Pasca Panen Kopi Menggunakan Metode Mycelial Mat di Jawa Barat”. Kegiatan PPM ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan keterampilan petani dalam melakukan pengolahan limbah cair pasca panen kopi.

Kegiatan yang mendapatkan pendanaan dari LPPM ITB ini diawali dengan melakukan pengambilan sampel limbah cair proses pascapanen kopi dari salah kelompok tani di Gunung Burangrang, Kab. Bandung Barat pada tanggal 20 Maret 2022. Limbah cair yang didapatkan selanjutnya digunakan dalam uji pendahuluan dengan menggunakan 5 jenis fungi yang berbeda. Jenis dengan kemampuan tumbuh yang baik pada limbah cair kopi, selanjutnya dipilih untuk uji coba skala pilot. Kajian di laboratorium dibantu oleh asisten tim dan akhirnya berhasil mengolah limbah cair dengan pH awal 3,58 (asam) menjadi 7,01 (netral) dalam waktu 7 hari. Namun, kenaikan pH ini tidak mengakibatkan perubahan cair secara signifikan. Besar kemungkinan proses pengolahan limbah cair memerlukan waktu yang lebih lama untuk menghasilkan perubahan warna yang signifikan.

Selain itu, tim penelitian juga melakukan kunjungan lapangan ke 2 kelompok tani di Jawa Barat yang berada di Gunung Malabar dan Gunung Kamojang pada tanggal 23 Juli 2022. Tim memberikan pelatihan cara penggunaan mycelial mat untuk mengolah limbah cair proses pascapanen kopi. Kegiatan kunjungan lapangan juga dijadikan ajang bertukar pikiran, termasuk mengenalkan aspek mikrobiologi dalam proses pascapanen kopi. Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi transfer ilmu antara peneliti dengan petani kopi sehingga akan meningkatkan keterampilan petani dalam mengolah limbah cair pascapanen kopi.

Harapan ke depannya, kelompok tani atau wilayah sasaran dapat dijadikan model percontohan bagi daerah lainnya di Indonesia dalam hal menanggulangi dan memaksimalkan pemanfaatan limbah cair kopi, tentunya dengan dilakukan peningkatan pembinaan. Pembinaan yang dapat dilakukan selain terkait dari segi pertanian dan perkebunan, dapat juga dilakukan dari segi usaha kecil dan menengah atau potensi bisnis untuk memaksimalkan produktivitas dan pendapatan anggota kelompok tani yang terdapat dalam wilayah sasaran.

Penulis : Alvira Niryana Ravila

X