Kuliah Lapangan Ekologi Bentang Alam SITH ITB 2026 Hadirkan Pembelajaran Dinamika Ekosistem di Gunung Papandayan
Garut, sith.itb.ac.id — Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan kegiatan kuliah lapangan di kawasan Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, pada tanggal 29 Maret 2026. Kegiatan akademik ini dilakukan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa pada mata kuliah Ekologi Bentang Alam bagi program studi S1 Biologi SITH ITB. Kegiatan ini juga diikuti secara kolaboratif oleh mahasiswa peserta mata kuliah Ekologi untuk Pertambangan bagi program studi S2 Rekayasa Pertambangan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB.
Kuliah lapangan ini dipimpin dan dibimbing langsung oleh tim dosen pengampu mata kuliah, yaitu Prof. Endah Sulistyawati, S.Si., Ph.D. dan Noviana Budianti, S.Si., M.Si., Ph.D.

Foto bersama peserta kuliah lapangan dengan latar belakang lanskap Gunung Papandayan.
Pemilihan Gunung Papandayan sebagai lokasi pembelajaran ekologi dilakukan melalui berbagai pertimbangan strategis keilmuan. Prof. Endah menjelaskan bahwa lokasi ini dipilih karena memiliki karakteristik bentang alam yang sangat bervariasi untuk diamati.
“Di kawasan tersebut, mahasiswa dapat menemukan berbagai bentuk gangguan terhadap lingkungan, baik gangguan yang terjadi secara alami maupun gangguan yang diakibatkan oleh aktivitas manusia. Kondisi dinamis di lapangan ini memfasilitasi mahasiswa untuk mengamati dan menganalisis secara langsung bagaimana sebuah ekosistem memberikan respons alami setelah mengalami gangguan.” ungkap Prof. Endah
Ekosistem di kawasan ini menyajikan ruang bagi mahasiswa untuk melihat kontras yang jelas antara area yang terdampak aktivitas vulkanik, area yang mendapat tekanan dari aktivitas pengunjung, hingga tegakan hutan yang masih asri dan terjaga.

Mahasiswa menyusuri jalur di area kawah Gunung Papandayan.
Selama kegiatan berlangsung, pendekatan pembelajaran yang digunakan memadukan observasi bentang alam dengan interaksi akademik. Mahasiswa tidak sekadar melakukan kunjungan, melainkan terlibat aktif dalam sesi penjelasan dan diskusi bersama para dosen.
Proses diskusi interaktif ini dilakukan sembari rombongan trekking mengelilingi areal Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan. Melalui metode ini, para mahasiswa dapat bertukar perspektif mengenai isu-isu ekologi bentang alam secara komprehensif di lapangan.

Prof. Endah tengah memberikan penjelasan langsung kepada para peserta kuliah lapangan.
Pengalaman turun langsung ke alam diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi para mahasiswa. Prof. Endah menuturkan harapannya agar melalui perjalanan kuliah lapangan ini, mahasiswa dapat lebih memahami proses-proses ekologi yang terjadi secara nyata dengan adanya pengamatan langsung.
“Pengalaman berada di kawasan konservasi yang memiliki ekosistem asli yang unik dan penting seperti Gunung Papandayan diharapkan dapat menimbulkan kesadaran akan pentingnya kelestarian kawasan konservasi pada mahasiswa,” tutur Prof. Endah.

Foto bersama peserta kuliah lapangan bersama dosen pengampu dalam rangkaian kegiatan di TWA Gn. Papandayan.
Melalui kegiatan lapangan yang integratif ini, SITH ITB terus berkomitmen untuk memberikan pengalaman belajar yang komprehensif, mencetak ahli-ahli biologi dan lingkungan yang tidak hanya tajam secara teoretis, tetapi juga memiliki empati dan kepedulian yang nyata terhadap keberlanjutan ekosistem Indonesia.
Kontributor: Salma Sadiah (Bioteknologi, 2024)
Editor: I Dewa M. Kresna