Enter your keyword

Tim Uri Benu SITH ITB Raih Juara 2 pada Ajang Internasional PGD UI 2026

Tim Uri Benu SITH ITB Raih Juara 2 pada Ajang Internasional PGD UI 2026

DEPOK – Tim Uri Benu dari Program Studi Teknologi Pascapanen, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB), berhasil meraih prestasi internasional dengan menyabet gelar 1st Runner Up (Juara 2) dalam Chemical Product and Design Competition (CPDC) pada ajang Process and Green Engineering Days (PGD) UI 2026. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia tersebut mencapai puncaknya pada 23 Mei 2026.

Tim Uri Benu beranggotakan lima mahasiswa angkatan 2022, yakni Raisya Salma Maheswari, Shinta Puspita Rachmawati, Panji Lintang Muqitta, Rizka Nur Maulani, dan Gabriela Sinta Wirawati.

 

Solusi Higiene Menstruasi Melalui Inovasi Personal Care

Pada kompetisi yang menantang mahasiswa menciptakan produk kimia fungsional dan berkelanjutan ini, CPDC mengusung tema “Pioneering Sustainable Chemical Products through Consumer Centric Design Innovation“. Tim Uri Benu memilih fokus pada subtema eco-innovative personal care setelah melakukan riset mendalam mengenai urgensi masalah kebersihan di masyarakat.

Shinta, salah satu anggota tim, menjelaskan bahwa pemilihan ide ini didasarkan pada data aktual. Sebanyak 66% perempuan masih mengalami kendala terkait praktik kebersihan menstruasi (menstrual hygiene), dan 14,2% remaja merasa aktivitas sekolah mereka terganggu akibat hal tersebut. Selain itu, produk pembersih noda darah yang umum di pasaran seringkali bersifat toksik, tidak praktis dibawa (portable), berisiko merusak serat kain, dan memerlukan banyak air untuk dibilas.

Menanggapi permasalahan tersebut, Tim Uri Benu menciptakan inovasi berjudul “Peel-off enzymatic spray based on Savinase from Bacillus licheniformis for menstrual blood stain removal“. Produk ini berupa semprotan enzimatik terenkapsulasi yang dirancang khusus untuk perempuan dengan mobilitas tinggi agar dapat membersihkan noda secara praktis dan ramah lingkungan.

“Kami ingin membuat sesuatu yang berbeda namun manfaatnya terasa langsung karena sangat dibutuhkan. Sebagai tim yang semuanya perempuan, kami merasa isu kesadaran ini penting diangkat untuk memberikan kenyamanan lebih bagi sesama,” ujar Shinta.

 

Manajemen Waktu dan Strategi Koordinasi Tim

Proses persiapan tim berlangsung cukup intensif sejak Januari hingga Mei. Selain seleksi berkas, mereka juga harus melalui tahap presentasi (pitching) video di hadapan investor. Tantangan terbesar yang dihadapi adalah manajemen waktu, mengingat para anggota tim sedang fokus mengerjakan Tugas Akhir (TA) dengan jadwal yang berbeda-beda.

Kondisi tersebut membuat pertemuan tatap muka sulit dilakukan. Namun, tim mengatasinya melalui koordinasi daring yang rutin dan pembagian tanggung jawab (Person in Charge) yang jelas untuk setiap tugas. Mereka juga menetapkan linimasa yang ketat serta melakukan latihan presentasi dan proofreading bersama mentor sebelum memasuki tahap final.

Foto bersama seluruh pemenang kategori Chemical Product and Design Competition (CPDC) pada ajang PGD UI 2026.

 

Selain kerja keras tim, keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari orang tua, Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) ITB, rekan-rekan mahasiswa, hingga mentor proofreader.

Sebagai penutup, Shinta berharap pencapaian ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk mulai berinovasi. “Cobalah kesempatan apa pun yang ada di depan mata. Bekerja keras dan terus berdoa di setiap prosesnya. Tetaplah haus akan ilmu karena pembelajaran tidak pernah berakhir, dan manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk bertumbuh,” tutupnya.

 

Reporter: Aura Salsabila Alviona (Bioteknologi, 2025)

Editor: Anca Awal Sembada, Ph.D.

X